Tak Lunasi PBB Hingga Akhir 2020, WP Dikenai Sanksi

Picsart 12 17 07.52.24
Kepala Bapenda Badung, I Made Sutama.

Mangupura, DENPOST.id

Badan Pendapatan Daerah dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung mengimbau seluruh masyarakat agar segera melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) untuk ketetapan Tahun 2020. Selain itu juga melunasi tunggakan PBB P2 tahun-tahun sebelumnya yang masih belum dibayar.

Jika tidak dibayarkan tunggakan PBB P2 akan terus meningkat jumlahnya, akan dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 2 persen per bulan dari jumlah pokok pajak yang belum dibayar. Selain itu, masyarakat juga akan mengalami kesulitan apabila belum melunasi tunggakan PBB P2 dalam pengurusan perijinan tertentu maupun dalam proses verifikasi BPHTB.

Demikian ditegaskan Kepala Bapenda Badung, I Made Sutama, Kamis (17/12/2020). Sutama berharap seluruh masyarakat di Kabupaten Badung agar segera melakukan pembayaran PBB P2 Tahun 2020, sebelum jatuh tempo pada 30 Desember 2020. Ini untuk menghindari pengenaan denda administrasi akibat keterlambatan. “Pembayaran PBB P2 dapat dilakukan di seluruh fasilitas pembayaran yang disediakan oleh Bank BPD Bali, Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah melaksanakan kewajiban pembayaran pajak, karena pajak yang dibayarkan merupakan sumber pembiayaan pembangunan di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Dijelaskan, PBB P2 merupakan salah satu jenis Pajak Daerah yang dipungut Pemerintah Kabupaten Badung berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kewenangan pemungutan PBB P2 beralih dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Badung sejak Tahun 2013. “Sejak dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Badung, penerimaan PBB P2 terus mengalami peningkatan,” akunya.

Baca juga :  Cegah Kasus Positif Bertambah, Camat Kutsel akan Kumpulkan Ketua Perumahan

Berdasar data pihaknya, pada Tahun 2013 realisasi penerimaan PBB sebesar Rp151.044.070.595,00, Tahun 2014 sebesar Rp166.544.273.469,00, Tahun 2015 sebesar Rp194.309.999.378,00, Tahun 2016 sebesar Rp200.336.804.359,00, Tahun 2017 sebesar Rp202.828.822.148,52, pada Tahun 2018 sebesar Rp205.568.318.326,25 dan Tahun 2019 sebesar Rp208.160.825.438,80. “Peningkatan penerimaan PBB P2 dari tahun ke tahun terjadi karena kami terus melakukan upaya optimalisasi melalui ekstensifikasi berupa pemutakhiran data subjek dan objek PBB P2 yang dilakukan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Badung. Juga melalui laporan dari aparat desa/kelurahan, pekaseh/kelian subak maupun atas dasar permohonan mutasi PBB P2 dari wajib pajak sendiri,” beber Birokrat asal Pecatu ini.

Baca juga :  2022, Badung Siapkan Insentif untuk Nakes

Mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom ini juga mengatakan jumlah wajib pajak (WP) PBB di Kabupaten Badung mencapai 17.973 WP dengan jumlah piutang per 30 Nopember 2020 mencapai Rp 303.862.138,549. “Ini sudah termasuk piutang yang diserahkan oleh pajak pusat atau piutang yang masih ditangani pajak pusat,” ucapnya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini