Sambut Libur Nataru, Bandara Ngurah Rai Berlakukan Prokes Ketat

0
4
Picsart 12 17 08.52.43
POSKO MONITORING - Apel persiapan menyambut Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan saat pembentukan posko monitoring di Bandara Ngurah Rai.

Kuta, DENPOST.id

Terkait dengan Surat Edaran Gubernur Bali No. 2021 Tahun 2020, akan terdapat perubahan terkait persyaratan penerbangan bagi calon penumpang tujuan Bali. Hal itu, diungkapkan General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, Kamis (17/12/2020).

“Sebelumnya, untuk calon penumpang tujuan Bali dapat memilih untuk menggunakan surat keterangan hasil rapid test (uji cepat) atau PCR test (uji usap) sebagai syarat kelengkapan perjalanan. Dengan dikeluarkannya SE Gubernur No. 2021 Tahun 2020, per tanggal 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, persyaratan untuk terbang ke Bali akan mengalami perubahan,” kata Herry.

Baca juga :  Rata-rata Badung Kehilangan Lahan Sawah Segini

Selaku pengelola bandar udara, Herry tetap berkomitmen untuk menjalankan aturan dari pemerintah, serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat tanpa mengurangi dari kualitas layanan bagi pengguna jasa selama pelaksanaan posko monitoring ini.

Sementara mengantisipasi lonjakan lalu lintas udara pada periode libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, pihaknya menyiagakan Posko Monitoring Nataru.
“Posko monitoring ini akan beroperasi selama 24 hari, yaitu dari 18 Desember 2020, atau satu pekan sebelum hari raya Natal 2020, hingga tanggal 10 Januari 2021,” imbuhnya.

Baca juga :  Covid-19, Lima Pasien Sembuh di Buleleng

Dalam operasional posko monitoring tersebut, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola pintu gerbang udara Bali telah menyiagakan sebanyak total 1.677 personel untuk memastikan kelancaran, keamanan dan kenyamanan pengguna jasa bandar udara selama periode libur akhir tahun ini. Selain menyiagakan personel, kapasitas terminal bandar udara pun turut ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang.

“Selama situasi pandemi, kapasitas terminal yang kami fungsikan adalah sebesar 50% dari kapasitas optimal terminal. Selama operasional posko ini, kapasitas kami tingkatkan. Terutama untuk terminal domestik dari sebelumnya yang difungsikan untuk melayani 18 penerbangan setiap jamnya, kini menjadi 26 penerbangan per jam, serta 14 penerbangan kedatangan dan 12 keberangkatan,” ujar Herry. (113)

Baca juga :  Pantai Melasti Tutup Hingga 31 Maret

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini