Pararem Mampu Tekan Peredaran Narkoba di Badung

0
6
Picsart 12 18 08.40.13
RILIS AKHIR TAHUN - Kepala BNNK Badung, AKBP Nyoman Sebudi, saat menggelar rilis akhir tahun, Jumat (18/12/2020).

Mengwi, DenPost

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung memprediksi peredaran narkoba saat pergantian tahun tak setinggi tahun sebelumnya. Selain karena sepinya wisatawan karena dampak Covid-19, barang terlarang sulit masuk ke Badung setelah dibentuk pararem oleh puluhan desa adat anti narkoba.

Seperti diungkapkan Kepala BNNK Badung, AKBP Nyoman Sebudi, saat menggelar rilis akhir tahun, Jumat (18/12/2020). “Dari 62 desa, saat ini 22 desa di Badung membuat pararem atau aturan mengenai narkoba. Untuk di Badung, wilayah Kuta Utara, Kuta dan Kuta Selatan, serta Abiansemal bertatus lampu kuning peredaran narkoba,” bebernya.

Baca juga :  Tim Gabungan Gianyar Berangus Baliho dan Spanduk Liar

Menurut Sebudi, pembentukan pararem mengenai narkoba itu sangat membantu petugas dalam membratas peredaran narkoba yang masuk ke desa adat. “Jika mengetahui ada peredaran narkoba di wilayahnya, masyarakat bisa menginformasikan ke tokoh desanya atau langsung melapor ke BNNK melalui Scan QR Code yang telah kami sebar di masing-masing banjar,” kata mantan Kapolsek Kuta ini.

Bahkan, sambung Sebudi, berkat informasi dari masyarakat pihaknya berhasil mengungkap kasus peredaran ganja di wilayah Kuta Utara. Bahkan jumlah barang bukti yang disita mencapai 6 kilogram ganja. “Masyarakat Badung juga telah berani menyatakan dirinya pecandu narkoba, setelah pararem itu dibuat. Hingga kami bisa mengambil tindakan cepat untuk memutus matai rantai peredaran narkoba dan melakukan rehabilitasi bagi pecandu,” tegasnya.

Baca juga :  Suastini Koster Ajak Warga Denpasar Datang ke TPS

Kembali kepencegahan narkoba saat tahun baru, sambung perwira polisi asal Buleleng ini, BNNK Badung telah mengumpulkan para pemilik tempat hiburan malam. Mereka semua diberikan arahan tentang strategi pencegahan narkoba agar tidak masuk ke dalam lingkungan usahanya. “Saat malam pergantian tahun, kami akan menyebarkan personil termasuk menggandeng masyarakat,” imbuh Sebudi.

Dia memprediksi kecenderungan peredaran dan pesta narkoba akan meningkat saat pergantian tahun. Meski dalam situasi pariwisata di Bali belum kedatangan wistawan asing. “Kami perkirakan penggunanya warga lokal. Mereka ingin bersenang-senang karena lelah dengan situasi pandemi. Mereka lantas alihkan untuk melampiaskan kekesalannya dengan bisa mengkonsumsi narkoba,” tandasnya. (124)

Baca juga :  Inovasi Garbasari Badung Lolos TOP 99 Inovation

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini