Pelaku Penebasan di Songan Diamankan, Polisi Sita Parang

0
54
Picsart 12 19 12.38.00
BARANG BUKTI - Barang bukti parang diamankan polisi karena diduga dipakai menebas dalam penganiayaan di Songan A, Kintamani. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Tim opsnal Polsek Kintamani dibantu Satuan Reserse Kriminal Polres Bangli mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan berat terhadap dua warga Songan A Jumat (18/12/2020) malam. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa parang.

Sebagaimana laporan yang diterima dari bawahannya, Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, mengungkapkan, penganiayaan terjadi pada Jumat (18/12/2020), pukul17.30 di depan Warung Men Kadi di Banjar Ulun Danu Desa Songan A, Kintamani, Bangli. Dari kejadian itu dua orang terkapar yakni Nengah Sudiatmika alias Mangku Sudi (40) dengan luka parah hingga usus terburai. Satu lagi saudaranya yakni Jro Anjasmara (42) dengan mengalami luka tebas di punggung hingga tembus ke dada.

Baca juga :  Kejari Bangli Musnahkan Barang Bukti Puluhan Perkara

Sementara yang diamankan yakni
Ketut Sendili (53) profesi petani dan Adi Santoso (22), status pelajar. Keduanya merupakan ayah dan anak dari Banjar Ulun Danu, Songan A. “Kedua korban bersaudara. Dan, korban dengan pelaku pun masih ada hubungan keluarga,” sebut Agung Dhana, Sabtu (19/12/2020).

Dia menguraikan, sebelum kejadian berdarah itu, pada Jumat siang sekitar pukul 12.00 kedua korban datang ke rumah Ketut Sendili. Saat itu keduanya hanya bertemu dengan Adi Santoso, sedangkan Sendili masih berada di kandang sapinya. Karena tak bertemu, kedua korban pun balik pulang. Sekitar
pukul 17.00, kedua korban kembali mendatangi rumah terduga pelaku dan bertemu dengan Ketut Sendili. Saat itu sempat terjadi pandang-pandangan kemudian terjadi cekcok antara kedua korban dengan Ketut Sendili.

Baca juga :  Ketua KPU Gianyar Terpapar Covid-19, Kantor Tutup Sementara

Melihat percekcokan antara kedua korban dengan ayahnya, Adi Santoso pun bergegas mengambil pedang dan langsung menebas kedua korban.
“Perkembangan sementara hasil konfrontir bapak dan anaknya, bahwa pelaku penganiayaan hanya dilakukan oleh anaknya saja atas nama Adi Santoso,” ungkap Agung Dhana.

Menurut Agung Dhana, dugaan sementara motifnya karena dendam lama. Di mana sekitar 25 tahun yang lalu pelaku juga sempat meracuni ayam milik orangtua korban. “Keterangan ini berasal dari hasil interogasi bapak anak, belum dicek silang kepada saksi dan korban. Saat memberikan keterangan banyak yang ditutupi dan berbelit-belit. Saat ditanya bapaknya banyak mengaku tidak tahu,” pungkasnya. (128)

Baca juga :  Belum Dapat Bedah Rumah, Pasutri di Nusa Penida Ini Bertahan di Gubuk Reot

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini