Polisi Tetapkan Satu Tersangka Penebasan di Songan

0
67
Picsart 12 20 06.48.55
TERSANGKA - Adi Susanto (pakai baju tahanan) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam penganiayaan di Songan.

Bangli, DENPOST.id

Satuan Reserse Kriminal Polres Bangli
terus melakukan pengembangan terkait kasus penganiayaan berat penebasan terhadap dua warga Songan A, Jumat (18/12/2020) yang terkapar bersimbah darah. Perkembangan terkini,
polisi telah menetapkan satu nama, yakni Wayan Adi Susanto (22), warga Banjar Ulun Danu, Desa Songan A, Kintamani, Bangli sebagai tersangka. Sementara bapaknya, Ketut Sendili (53) sudah dibebaskan atau dipulangkan.

“Untuk pelaku sudah dilakukan penahanan, setelah kami tetapkan sebagai tersangka tunggal. Jadi, dari hasil interogasi dan lidik kami diketahui yang melakukan penganiayaan terhadap dua korban hanya satu orang, yaitu si anak,” kata Kasatreskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim dikonfirmasi, Minggu (20/12/2020).

Baca juga :  Mayat Tanpa Busana Bukan Warga Buana Giri, Karangasem

Lantas bagaimana dengan ayah atau bapaknya? Ditanya demikian mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Utara menerangkan sebelumnya, baik bapak maupun anaknya memang langsung diamankan di Polsek Kintamani dan berlanjut ke Polres Bangli usai kasus berdarah itu terjadi. Itu, dilakukan untuk diperiksa dan meminta keterangan keduanya. “Setelah dilakukan penyelidikan, bapaknya (Ketut Sendili-red) hanya sebagai saksi. Jadi, setelah dilakukan pemeriksaan kami pulangkan,” ungkap Elim.

Baca juga :  Simpan SS, Pemuda Asal Songan Ditangkap

Sementara terkait kondisi kedua korban,
Nengah Sudiatmika alias Mangku Sudi (40) dan saudaranya, Jro Anjasmara (42) hingga kini belum bisa dimintai keterangan. Alasannya mereka masih dirawat intensif di RSUP Sanglah. “Untuk korban belum bisa dimintai keterangan karena masih di ICU,” jawabnya.

Sedangkan pengakuan singkat dari tersangka Adi Susanto, mengaku kalap melakukan penebasan secara membabi buta terhadap kedua korban lantaran dirinya tak tega melihat ayahnya tergeletak di bawah. “Saya tak tega lihat bapak saya sudah tergeletak, jadi saya langsung ambil pedang (parang) milik saya sendiri lalu mengamuk dan menyerang mereka (kedua korban-red),” katanya saat memberikan keterangan di kepolisian.

Baca juga :  Demi Ini, Wayan Sumerta bobol Toko Mahagotra

Disinggung masalah pemicunya, Adi Susanto mengaku tak tahu menahu permasalahan yang dialami antara bapaknya dengan kedua korban. Penebasan itu, dilakukannya murni spontanitas karena ingin melindungi atau membantu bapaknya menghadapi kedua korban. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini