Diduga Alami Kekerasan dan Ditelantarkan, Seorang IRT Meninggal

0
120
Diduga Alami Kekerasan dan Ditelantarkan, Seorang IRT Meninggal
KORBAN - EW yang diduga jadi korban kekerasan ketika ditemui awak media pada Senin (21/12/2020). Akibat sakit yang dideritanya, EW meninggal pada Senin malam.

Negara, DENPOST.id

Diduga mengalami kekerasan dan selalu mendapat ancaman serta ditelantarkan, seorang ibu rumah tangga (IRT), Ni Putu EW (25) asal Baluk, Negara meninggal dunia di RSU Negara, Senin  (21/12/2020) malam. Dari informasi, EW beberapa tahun lalu menikah siri dengan seorang lelaki berinisial Ngr di Desa Mendoyo, Dauh Tukad.

“Saat itu anak saya diambil saja. Sudah sempat kami tanyakan kapan anak saya dinikahi. Dia (Ngr) hanya selalu berjanji. Jadi, sampai anak saya meninggal tidak dinikahi bahkan sudah sampai punya anak,” kata ayah EW, di rumah duka, Selasa (22/12/2020).

Baca juga :  Jalan Penghubung Antar-Kelurahan Jebol

Sehari sebelum meninggal yakni pada Senin (21/12/2020), EW sempat ditemui awak media di RSU Negara. Dia mengaku selama menikah dia merasa tekanan batin. “Pernah disulut rokok di bagian leher. Memang itu kejadian lama dan saya sering mendapat perlakukan tidak bagus,” katanya.

Dia ia juga tidak berani mengadu kepada orangtuanya di Baluk karena khawatir dengan ancaman. “Saya bertahan hanya karena anak saya yang masih kecil, umurnya baru 1,5 tahun dan mengalami bibir sumbing,” ucapnya.

Akibat tekanan batin, EW jatuh sakit sejak beberapa bulan lalu. Namun tidak ada yang memperhatikan. Bahkan dia tidak makan dan kadang hanya minum air saja. Kondisi itu yang mengakibatkan dia divonis anemia akut dan tubuhnya yang awalnya padat berisi menjadi kurus serta ada pembengkakan pada jantung. Kakinya juga mengalami sakit akibat jatuh di kamar mandi.

Baca juga :  Di Jembrana, Pasien Positif Bertambah Satu Orang

Karena merasa tidak tahan lagi dengan kondisinya, EW kemudian diam-diam menghubungi temannya berinisial Kdk yang tinggal di Denpasar. Kdk berupaya melakukan penyelamatan dengan meminta tolong pada temannya AG dari Baluk. AG kemudian menjemput EW ke rumah suaminya dan membawanya ke RSU Negara. Namun Tuhan berkehendak lain. EW menghembuskan nafas terakhir Senin malam.

Sementara Kepala Desa Baluk, Dewa Putu Arta, saat dimintai konfirmasi membenarkan ada warganya EW meninggal dunia. EW menikah ke Mendoyo Dauh Tukad namun belum resmi. Proses perkawinannya dikatakan nihil karena tidak ada saksi dari dinas maupun adat.

Baca juga :  Nihil Kasus Kematian Covid-19, Jembrana Dapat DID Rp14 Miliar Lebih

Ayah EW juga mengaku akan melaporkan kasus dugaan kekerasan ini ke Polres Jembrana. Ayahnya juga mengaku tidak pernah tahu tentang apa yang terjadi dengan anaknya karena anaknya tidak pernah memberi tahu keluarganya. Sebelumnya juga ada polisi yang meminta keterangan ke pihak EW di RSU Negara. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini