Denpasar Tunda Pembelajaran Tatap Muka Hingga Maret 2021

0
136
Denpasar Tunda Pembelajaran Tatap Muka Hingga Maret 2021
RAPAT - Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja (kiri) dan Kadisdikpora, I Wayan Gunawan saat rapat dengar pendapat, dengan tetap menerapkan prokes, Selasa (22/12/2020).

Dangri, DENPOST.id

Melalui  Surat Keputusan Bersama (SKB)  empat  menteri  (Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri) memberikan kewenangan daerah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai semester genap 2021. Namun di Kota Denpasar, pembelajaran tatap muka, khususnya di tingkat PAUD, TK, SD dan SMP masih akan ditunda hingga Maret 2021. Alasannya, pandemi Covid-19  belum melandai atau masih dalam kisaran 26,3 persen. Itu terungkap dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD Kota Denpasar dengan jajaran Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga,  Selasa (22/12/2020).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja,  hadir Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan; Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Denpasar, I Wayan Murdana serta anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar.

Baca juga :  Kena Pukul, AWK Lapor Polisi

Menurut Duaja, rapat kerja itu dilaksanakan terkait kesiapan Kota Denpasar membuka proses PTM yang sudah bisa dilaksanakan Januari 2021 mendatang. Pasalnya, Selama pembelajaran online (daring) ada sebagian masyarakat yang mengeluh. Bukan saja orangtua siswa, tapi juga kalangan pendidik yang mengaku lebih berat melaksanakan pembelajaran daring.

Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan mengakui jika SKB empat menteri memberikan kewenangan bagi daerah, untuk melaksanakan PTM mulai semester genap 2021. Namun untuk izin pembelajaran tatap muka tetap ada di daerah, dalam hal ini provinsi untuk SMA/SMK, dan kabupaten/ kota untuk PAUD, TK SD dan SMP. “Kendati demikian, dalam SKB empat menteri ada prinsip dasar yang harus diperhatikan. Utamanya masalah kesehatan anak didik, pendidik, keluarga siswa dan masyarakat. Kemudian terkait tingkat risiko penyebaran covid-19, dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya berkenaan dengan protokol kesehatan. Seperti tempat cuci tangan, handsanitizer, menjaga jarak minimal 1,5 meter,” kata Kadisdik, Wayan Gunawan.

Baca juga :  Tak Bermasker, 10 Warga Langsung Didenda

Di Kota Denpasar, lanjut Gunawan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Berdasarkan berbagai pertimbangan dan hasil rapat tersebut, maka disarankan pembelajaran tatap muka ditunda hingga Maret 2021. Mengingat persentase positif covid-19 masih pada 26,3 persen. Sambil menunggu Maret 2021, Denpasar akan melaksanakan simulasi di beberapa sekolah. ‘’Dalam simulasi itu akan ditunjuk sekolah yang memenuhi syarat. Misalnya, lokasi sekolah ada di zona hijau atau maksimal kuning.  Siswa yang diperbolehkan ikut simulasi belajar tatap muka berasal dari  zona hijau dan kuning. Sekolah yang ditunjuk nantinya akan melihat kondisi ini. Selain itu, pendidik dan siswa yang memiliki penyakit bawaan tidak diperkenankan untuk mengikuti simulasi, ’’ paparnya.

Baca juga :  Kakek 72 Tahun Gantung Diri di Pabrik Es

Gunawan mengakui jika belajar daring yang telah dilaksanakan sejak Maret 2020 lalu ada beberapa kelemahan. Namun, berdasarkan evaluasi, pembelajaran daring sudah berjalan baik di Kota Denpasar. Hal itu diakui Ketua MKKS SMP, Wayan Murdana. Selama ini, katanya, siswa yang mengikuti  pembelajaran daring sudah merasa nyaman. Oleh sebab itu, pihaknya sepakat jika tidak buru-buru melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sebaliknya dalam masa transisi ini, dilaksanakan simulasi. (105)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini