Yowana Klungkung Diajak Kelola Sampah dari Hulu Hingga Hilir

0
3
Picsart 12 23 02.38.12
NARASUMBER - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, menjadi narasumber dalam kegiatan Gerakan Satu Juta Krama Bali dan Satu Juta Yowana Bali di TOSS Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Dawan, Rabu (23/12/2020).

Semarapura, DENPOST.id

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Klungkung untuk mengatasi persoalan sampah. Kali ini, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta tidak hanya mewajibkan masing-masing Desa memiliki Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), namun juga mengajak yowana untuk mengelola sampah organik maupun organik dari hulu hingga hilir. Hal ini disampaikan Suwirta ketika menjadi narasumber gerakan menuju Bali Era Baru yang diimplementasikan melalui kegiatan Gerakan Satu Juta Krama Bali dan Satu Juta Yowana Bali, di TOSS Center, Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Dawan, Rabu (23/12/2020).

Dalam kegiatan yang diinisiasi Yayasan Dharma Naradha (YDN) bersinergi dengan Pemprov Bali dan Kelompok Media Bali Post (KMB) ini, Suwirta mengatakan kalau membuat kota bersih tidak perlu uang banyak. Yang terpenting menurutnya, masyarakat harus bisa mengelola sampah dari sumbernya. Sedangkan di Klungkung sendiri, masing-masing Desa dikatakan sudah mulai membuat TOSS untuk menangani sampah.

Baca juga :  Bupati Suwirta Adopsi Karang di Desa Ped

“Dalam mengelola sampah jangan berpikir keuntungan. Yang penting kesehatan dulu. Jangan sampai kita menjadi sakit karena sampah,” kata Suwirta.

Menurutnya, cara Klungkung menangani sampah sejalan dengan
Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Termasuk juga Pergub Bali Nomer 47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Bupati Suwirta juga menjelaskan panjang lebar terkait pendirian TOSS Center di Dusun Karangdadi yang digagasnya.

Yang mana sebelum berdiri, pembangunan TOSS Center dikatakan mendapat penolakan. Tapi karena dari awal kepemimpinannya masalah sampah menjadi prioritas, Suwirta kemudian mencari teknologi untuk mengolah sampah. Jerih payahnya akhirnya membuahkan hasil.

Bupati Suwirta kemudian pada tahun 2017 melakukan kerjasama dengan PLN dan Indonesia Power untuk mengolah sampah menjadi pellet dan briket sebagai sumber energi terbarukan yang dibuat dari fermentasi cacahan sampah organik dan anorganik. Program ini kemudian berkembang dengan membuat pupuk kompos. Pupuk kompos yang dibuat di TOSS Center ini juga telah diuji coba pada demplot pertanian dengan menanam kedelai dan padi.

Baca juga :  Sepekan, Enam Ibu Hamil Terindikasi Covid-19 Melahirkan di Klungkung

“Hasil pertanian dengan menggunakan pupuk kompos di TOSS Center ini juga mengagetkan. Karena hasilnya cukup bagus ketimbang menggunakan pupuk berbahan kimia,” katanya.

Tidak itu saja untuk menangani sampah plastik di Klungkung, Suwirta juga membuat inovasi dengan meluncurkan kegiatan Gerakan Masyarakat Puputan Sampah Plastik (Gema Tansaplas). Dia juga menyiapkan anggaran Rp 5 Miliar pada tahun 2021 untuk mendukung program di TOSS Center. Termasuk juga membuat koperasi sebagai wadah untuk menyalurkan semua inovasi yang dibuat di TOSS Center.

Baca juga :  Di Klungkung, Satpol PP Pergoki Empat Remaja Tengah Pesta Miras

“Anggaran sebesar itu, rencananya untuk membuat jalur tracking, penataan sawah di sekitar TOSS, termasuk akses tembus ke pembuatan garam dan lainnya sehingga bisa menjadi percontohan,” ungkapnya.

Sementara sejumlah peserta yang hadir sangat mendukung program yang dilakukan Suwirta dalam menangani masalah sampah di Klungkung. Salah satunya Klian Subak Sampalan Dlod Margi, Nengah Sukarta. Sukarta berharap Bupati Suwirta lebih tegas lagi menindak warga dan pemilik rumah makan yang membuang sampah ke areal persawahan.

“Merubah pola pikir sesorang untuk tidak membuang sampah ke sungai memang agak sulit. Tapi sejauh ini sampah yang dulunya berjubel masuk ke areal persawahan sudah mulai berkurang,” ungkapnya. (wia)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini