Curi Ribuan Bebek, Residivis Diciduk

0
7
Picsart 12 29 07.50.51
DITANGKAP - Tersangka I Ketut Widiada alias Kacir (37) saat ditangkap aparat Unit Reskrim Polsek Mengwi.

Mengwi, DENPOST.id

Spesialis pencuri bebek dan entok, I Ketut Widiada alias Kacir (37) seakan tak pernah kapok keluar masuk penjara. Baru beberapa bulan menghirup udara bebas, pria asal Banjar Sayan Baleran, Mengwi, Badung ini, kembali melakukan aksi kejahatan dengan mencuri seribu ekor bebek dan entok di wilayah Badung dan Tabanan.

Kapolsek Mengwi, AKP Putu Diah Kurniawandari mengatakan tertangkapnya tersangka berawal dari laporan salah satu peternak bebek, I Wayan Bawa Saputra (51). Pria asal Mengwi itu, mengaku kehilangan 51 ekor bebek miliknya di Subak Lepud Munduk Ngabetan, Desa Baha, Mengwi, Badung, Rabu (23/12/2020). “Dari 640 ekor bebeknya di kandang, hilang 51 ekor,” ucapnya, Selasa (29/12/2020).

Baca juga :  Suiasa Pimpin Penyemprotan di Benoa dan Tanjung Benoa

Berdasarkan laporan, petugas Opsnal Polsek Mengwi melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi. Kemudian petugas mencurigai pelakunya adalah residivis yang pernah terlibat kasus pencurian bebek yang baru keluar penjara. “Kemudian tersangka I Ketut Widiada alias Kacir dilakukan pengejaran,” beber Diah.

Awalnya, sambung Diah, anggotanya mendapatkan informasi jika tersangka berada di kosnya di wilayah Dangin Carik, Tabanan. Namun ketika akan dilakukan penangkapan, dia sudah tidak ada di kosnya. Kemudian pada, Senin (28/12/2020) tersangka diketahui berada di wilayah Gerogak, Tabanan. “Tersangka lantas ditangkap di Jalan Mawar, Desa Gerokgak, Kediri, Tabanan,” ucapnya.

Baca juga :  Ikut Pilkel Serentak, Semua Calon Wajib Taati Prokes

Dalam aksinya, modus tersangka dengan mendatangi kandang bebek di tengah sawah dengan mengendarai sepeda motor. Lalu dengan memakai karung, tersangka mengambil bebek itu dan dijual di pintu masuk Pasar Beringkit, Mengwi seharga Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per ekor.

Saat diinterogasi, tersangka mengaku telah melakukan pencurian ribuan ekor bebek di beberapa TKP sejak Februari hingga Desember 2020, di sejumlah wilayah di Badung dan Tabanan. “Masih dilakukan pengembangan. Kemungkinan ada TKP lain yang belum diakui oleh tersangka,” tandasnya. (124)

Baca juga :  DLHK Badung Diminta Segera Tuntaskan Masalah Sampah

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini