Badung Tunda Pembelajaran Tatap Muka

0
6
Picsart 12 29 07.51.51
TUNDA PTM - Komisi IV DPRD Badung saat melalukan rapat kerja dengan Disdikpora Badung dan sepakat, serta merekomendasikan penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Badung.

Mangupura, DENPOST.id

Dewan bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung sepakat menunda pembelajaran tatap muka (PTM). Keputusan tersebut, terungkap saat Komisi IV DPRD Badung menggelar rapat dengan Disdikpora, Selasa (29/12/2020) di Gedung Dewan Badung.

Plt. Kepala Disdikpora Badung, I Made Mandi mengungkapkan berdasarkan hasil verifikasi sebetulnya 93 persen SD dan SMP di Badung siap melakukan pembelajaran tatap muka. Sedangkan untuk PAUD kesiapannya 94 persen.  “Namun berdasarkan hasil koordinasi bersama pimpinan (bupati-red) sepakat untuk ditunda dalam waktu yang tidak bisa ditentukan dengan berbagai pertimbangan,” ujar Mandi.

Baca juga :  KemenPAN-RB Lakukan Ini di MPP Badung

Pertimbangan yang dimaksud, yakni lantaran Badung masih dalam zona merah. Ditakutkan jika anak-anak mengikuti kegiatan belajar mengajar dan terjangkit Covid-19, maka karantina akan melibatkan orang tua. 

“Inilah pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Maka disarankan untuk mundur. Apalagi Diskes sudah menyatakan bahwa tempat isolasi sudah mulai menipis,” terang Mandi. 

Terlebih lanjut Mandi, sebelumnya 74 guru positif Covid-19 meski sekarang sudah dinyatakan sembuh. “Ini yang kami khawatirkan terhadap anak-anak. Jika Januari Covid-19 menurun, kemungkinan bisa dilaksanakan Januari. Namun itu juga belum bisa dipastikan,” katanya. 

Baca juga :  Sambil Mengedukasi IRT Cegah Covid-19, Gde Agung Juga Lakukan Ini

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Made Sumerta mengaku sepakat pembelajaran tatap muka ditunda. Dengan tren Covid-19 di Badung yang terus naik, pihaknya khawatir akan membahayakan kesehatan anak-anak. 

“Jujur saya agak wanti-wanti saat mendengar akan dilakukan pembelajaran tatap muka. Sekarang yang terpenting kita pikirkan kesehatan anak-anak dululah,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV Ni Luh Gede Rara Hita Sukma Dewi menambahkan jika pihaknya pun sepakat pembelajaran tatap muka ditunda demi kesehatan anak-anak. “Atau kalau bisa agar Disdikpora memberikan kebijakan kalau misalnya ada siswa yang benar-benar tidak mampu mengikuti pembelajaran, barangkali diperbolehkan ke sekolah maksimal lima orang saja mungkin dengan tetap menerapkan prokes,” imbuhnya, sembari menambahkan agar pihak Disdikpora juga memikirkan kuota anak-anak selama daring yang akan terus berlanjut. (115)

Baca juga :  Sebelum Ditemukan Tewas, Ketut Silib Tulis 6 Lembar Pesan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini