Malam Tahun Baru Tanpa Kerumunan, Ini Kata Sekda Bali

0
7
Konsep Otomatis

Sumerta Klod, DenPost

Meski kebijakan Pemerintah Provinsi Bali telah rigid mengatur pencegahan kerumunan saat malam tahun baru, potensi euforia yang menimbulkan kerumunan diprediksi akan tetap terjadi. Demikian dikatakan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat berkoordinasi melalui virtual bersama jajaran Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Kamis (31/12) di Kantor Diskominfos Provinsi Bali.

“Bukan melarang perayaan tahun baru, tapi bagaimana protokol kesehatan tetap ditaati,” ujarnya yang saat itu didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin dan Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Rai Darmadi.

Baca juga :  Lagi, Pasien Corona di Badung Meninggal Dunia

Melalui koordinasi itu, Dewa Indra memerintahkan jajaran TNI, Polri dan aparat adat yakni pecalang turun ke lapangan saat malam tahun baru untuk meninjau kegiatan warga. Apabila ditemukan potensi kerumunan, agar segera dilakukan pencegahan.

Sekda menegaskan, pengawasan dan upaya pencegahan pada malam tahun baru ini menjadi penentuan upaya yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari untuk mengendalikan pandemi di Bali.
Apabila pengawasan kali ini lengah, maka upaya sebelum akan sia-sia. Itu sebabnya, dia mengajak semua pihak bersinergi mencegah penularan Covid-19, utamanya di Denpasar dan Badung sebagai episentrum pariwisata.

Baca juga :  Siap Kerja Lagi, ASN Terapkan Skema Tatanan Hidup Baru

Dia menyadari bahwa implementasi pencegahan di lapangan tidak mudah tanpa didukung kesadaran masyarakat. Maka dia mengajak semua pihak untuk mengedepankan edukasi penerapan protokol kesehatan secara humanis.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Rai Darmadi membenarkan atensi khusus dilakukan di wilayah Denpasar dan Badung. Itu mengingat aktifitas di dua wilayah itu diprediksi meningkat saat malam tahun baru.

Kepada Kasatpol PP kabupaten/ kota, dia berharap agar meningkatkan koordinasi saat malam tahun baru dan tidak ragu menindak apabila menemukan pelanggaran.

Baca juga :  Jukir Pasar Desa Tegal Harum Positif Covid-19, 180 Orang Jalani Rapid Test

“Kasatpol PP se-Bali jangan ragu-ragu melakukan tindakan hukum, kita jaga masyarakat yang sehat. Tentunya diawali pendekatan yang humanis, dan dapat dilakukan pembubaran bila diperlukan, sesuai berdasarkan Pergub No.46 Tahun 2020,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu dia mengucap apresiasi dan terimakasih kepada personel TNI dan Polri yang mendukung tugas Satpol PP dalam menjaga pintu masuk Bali, baik darat maupun udara. “Mari kita bersama menjaga Bali dari pandemi Covid-19,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini