Berlanjut, Kasus Dugaan Korupsi Pepadu di Jembrana

0
2
Picsart 01 01 03.07.50
TEMU WARTAWAN - Kapolres Jembrana, AKBP Ketut Gede Adi Wibawa didampingi Kasat Reskrim AKP Yogie Pramagita dan jajaran ketika jumpa pers (temu wartawan) akhir tahun.

Negara, DENPOST.id

Kasus dugaan korupsi program pengembangan pertanian terpadu (Pepadu) dari Pemkab Jembrana tampaknya masih berlanjut.
Sementara tersangka I, yakni direktur perusahaan pemenang lelang pengadaan sapi dalam program Pepadu, K Rawi Adnyani dinyatakan bebas, baik di pengadilan tingkat 1 hingga Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 1281 K/PID.SUS/2018 Tahun 2018.

Rawi dinyatakan bebas karena dinyatakan tidak ada perbuatan melawan hukum.

Kelanjutan kasus yang terjadi sejak hampir 4 tahun ini, terkesan berjalan lamban karena penyidik harus menunggu hasil putusan kasasi. Hal ini yang membuat status Ketut Wisata yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi kasus Pepadu sejak 2018 ngambang atau status quo.

Baca juga :  12 Pasien Covid-19 yang Sembuh di Jembrana Dipulangkan

Dalam kasus dugaan korupsi Pepadu ini, Ketut Wisada yang bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana dalam tender pengadaan sapi bantuan kepada sejumlah kelompok.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita mendampingi Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa saat jumpa pers akhir tahun, Kamis (31/12/2020) mengatakan pihaknya memastikan kasus ini lanjut dan baru tahap I. “Untuk perkembangannya nanti kami sampaikan lagi. Sebelumnya memang belum lengkap dan kami lengkapi,” jelas Yogie.

Baca juga :  Anjing Rabies Gigit Empat Warga di Klungkung

Dari catatan DenPost, kasus dugaan korupsi Pepadu dengan tersangka II Ketut Wisada yang merupakan mantan Kabid Pertanian tersebut beberapa kali dikembalikan atau P19 karena belum lengkap. Pihak jaksa sudah memberikan petunjuk berkas yang harus dilengkapi termasuk keterangan tambahan. Kasat Reskrim juga sempat mengatakan kalau kelanjutan kasus korupsi Pepadu menunggu putusan kasasi. Pihaknya akan mempelajari keputusan dan akan menggelar ulang.

Status Ketut Wisada yang pensiun 1 Januari 2019, juga menjadi status quo karena dari hasil konsultasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Pemkab Jembrana ke Badan Kepegawaian Nasional di Jakarta kalau pemkab belum bisa memberikan status pensiun sebelum ada putusan hukum tetap dari pengadilan. Kini karena tersangkut kasus tersebut, status Ketut Wisada mengambang padahal sudah pensiun namun belum ada surat keputusan pensiun tapi tidak lagi bekerja sebagai PNS.

Baca juga :  Ratusan Sopir di Jembrana Diberi Insentif

Tidak hanya tersangka II, tersangka III yaitu YH yang merupakan bendahara perusahaan pemenang tender kini perkembangan kasusnya juga masih menunggu perkembangan. Kasat Yogie mengatakan ada dua kasus tindak pidana korupsi yang masih ditangani pihaknya hingga akhir 2020 ini. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini