Proyek Penataan Perbatasan Klungkung-Gianyar Tak Isi Aksara Bali

0
7
Picsart 01 03 07.31.51
TATA PERBATASAN - Proyek penataan perbatasan Kabupaten Klungkung dengan Kabupaten Gianyar tepatnya di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan.

Semarapura, DENPOST.id

Kabupaten Klungkung kini memilki ikon baru di daerah perbatasan Klungkung dengan Kabupaten Gianyar, tepatnya di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan. Tebing yang sebelumnya kerap longsor, kini telah disulap menjadi kokoh dan indah dengan berbagai ornamen khas Klungkung.

Sayangnya, proyek penataan perbatasan yang menelan dana miliaran tersebut tidak berisi penulisan aksara Bali sesuai Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Penggunaan Bahasa Bali.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Klungkung, AA Anom Doarasoma seizin Kadis PUPR, Anak Agung Gede Lesmana dikonfirmasi berdalih saat tahap perencanaan memang sudah disadari adanya Peraturan Gubernur Nomor 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraaan Bulan Bahasa Bali.

Baca juga :  Sambut New Normal, Klungkung Utamakan Ini

Namun, ketika itu diasumsikan penggunaan aksara Bali hanya pada papan nama perkantoran-perkantoran saja. Meski demikian, untuk tahap selanjutnya penggunaan aksara Bali juga akan dibahas kembali.

“Karena dulu kan biar jelas tulisan selamat datangnya, jadi tidak diisi huruf Balinya. Selain itu, awalnya Pergub itu sempat dimaknai hanya untuk plang-plang kantor saja. Tetapi nanti ke depan kan pasti semua pakai tulisan Bali,” ujar AA Anom, Minggu (3/1/2021).

Menurut AA Anom, penataan daerah perbatasan di Desa Tusan tersebut sudah dikerjakan dalam dua tahap. Tahap pertama dikerjakan tahun 2019 dengan anggaran Rp1,8 miliar untuk pengerjaan penguatan dan pemasangan lampu dan tulisan. Sedangkan tahap kedua senilai Rp1,4 miliar untuk pengerjaan draf tebing kedua dan ketiga termasuk pemasangan ornamen. Seperti ukiran ada ornamen di atas berupa kayonan dan dedari.

Baca juga :  Kru Diamond Princess Tiba di Bali, Ini Rencana Januartika

Semenjak diserahterimakan pada akhir Desember 2020, dari pihak pelaksana ke Dinas PUPR, perbatasan Klungkung-Gianyar nampak semakin indah. Lampu-lampu hias mulai diaktifkan, khususnya di malam hari. Tulisan besar “Selamat Datang di Kabupaten Klungkung” yang menggunakan huruf latin menyambut siapa saja yang melintas di kawasan tersebut.

Selain permasalahan aksara Bali, persoalan juga terdapat dari matinya beberapa lampu di huruf tulisan Kabupaten Klungkung. Terkait dengan hal itu, Agung Anom mengaku akan segera dilakukan perbaikan total ke depannya. “Tulisan selamat datang sudah diperbaiki. Tinggal tulisan Kabupaten Klungkung saja, kabelnya (rusak) ada pengerjaan. Nanti sekalian diperbaiki,” imbuhnya.

Baca juga :  Begini Cara Seniman Dukung Gerakan Lawan Covid-19

Penataan perbatasan Kabupaten Klungkung ini pun membuat kawasan tersebut sering dikunjungi pengguna jalan yang kebetulan lewat. Hanya saja minimnya tempat parkir yang ada, apalagi berada di jalan tikungan membuat masyarakat kesulitan untuk memarkirkan kendaraan.

Terkait dengan minimnya lahan parkir, Agung Anom mengakui sering dikeluhkan banyak orang. Namun karena pihaknya hanya sebagai pelaksana pekerjaan, tidak berani memutuskan terkait pengadaan lahan parkir.

“Penataan di wilayah sekitarnya perlu duduk bersama menyatukan pemikiran. Sementara segitu dulu (proyek penataan). Semua bilang tidak ada parkir. Belum ada wacana pengadaan lahan parkir,” tandasnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini