Pascalibur Panjang, Kasus Covid-19 di Klungkung Melonjak

0
3
Picsart 01 03 07.32.29
RUANG ISOLASI - Kondisi ruang isolasi pasien Covid-19, di RSUD Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Klungkung mengalami lonjakan. Peningkatan pasien Covid-19 ini didominasi klaster keluarga. Bahkan dengan kondisi ini, pihak rumah sakit kembali menggunakan ruang VIP yang sempat kosong untuk menjadi ruang isolasi. Apalagi ada dokter dan beberapa anggota keluarganya yang harus dirawat di RSUD Klungkung karena positif Covid-19.

Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma ketika dikonfirmasi, Minggu (3/1/2021) mengatakan kalau peningkatan pasien Covid-19 ini terjadi sejak awal tahun 2021. Jika pada akhir Desember 2020, rata-rata jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Klungkung berjumlah 14 orang, namun memasuki awal Januari 2021, jumlah pasien Covid-19 melonjak menjadi 30 orang.

Baca juga :  Ratusan Pegawai RSUD Klungkung Jalani Rapid Test

“Sebagian besar saya lihat awal tahun 2021 ini didominasi oleh pasien klaster keluarga. Dari 30 pasien dirawat, delapan di antaranya di ICU karena bergejala berat,” ujar Nyoman Kesuma.

Dengan lonjakan pasien ini, ada beberapa ruangan yang dimaksimalkan untuk ruang isolasi, yakni ruangan isolasi VIP, ruangan bersalin Covid-19, ruangan bayi Covid-19, dan ICU Covid-19. Apalagi ada juga dua dokter RSUD Klungkung yang positif Covid-19, bersama beberapa anggota keluarganya, sehingga mereka harus menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Klungkung.

Baca juga :  Tolak Kedatangan AWK di Nusa Penida, Warga Bakal Gelar Aksi di Monumen Puputan

“Ada bayi juga yang supect Covid-19 karena lahir dari ibu yang positif Covid-19. Tapi karena baru lahir, kami belum lakukan swab ke bayi itu,” ungkap dr. Kesuma.

Melihat angka Covid-19 yang melejit lagi, dr. Kesuma meminta agar penerapan protokol kesehatan (Prokes) lebih diketatkan lagi. Utamanya di tempat-tempat tertutup yang berpotensi terjadi kerumunan. “Kalau bisa pertemuan yang berpotensi memicu kerumunan jangan di ruang tertutup. Makan jangan bersamaan di ruang tertutup dan kalau bisa pertemuan-pertemuan di ruang terbuka saja, jaga jarak dan kalau bisa makan bergantian saja,” sarannya.

Baca juga :  Belasan Gubuk Masih Bertahan di Eks Galian C, Penertiban Tunggu Ini

Sementara terkait klaster keluarga, dr. Kesuma juga meminta agar prokes tetap diterapkan meski sedang berada di dalam rumah. Jika sedang berinteraksi dengan sanak keluarga, hendaknya tetap memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan. Mengingat saat ini Covid-19 sudah bermutasi, sehingga gejala-gejala yang ditunjukkan semakin sulit dideteksi. Tidak lagi dengan gejala biasa yang menyerang saluran pernapasan, tetapi bisa juga dengan gejala lain misalnya diare, sakit perut dan lemas. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini