Tersangka Pembunuh ‘’Teller’’ Bank Mandiri Sering Bersama Waria

0
6
Tersangka Pembunuh ‘’Teller’’ Bank Mandiri Sering Bersama Waria
DITANGKAP - Tersangka kasus pembunuhan teller Bank Mandiri saat ditunjukkan penyidik polisi.

Di usia yang masih sangat belia yakni 14 tahun, tersangka Putu AHP ternyata berulang kali terlibat kasus kejahatan. Terakhir dia menghabisi nyawa teller Bank Mandiri Cabang Tuban, Ni Putu Widiastiti (24).

Rupanya dibalik kekejamannya itu, anak baru gede (ABG) asal Banyuning, Buleleng, itu punya masa lalu yang kelam. Menurut orang terdekat tersangka Putu AHP, Minggu (3/1/2020), ayah dan ibu kandung tersangka cerai sejak AHP masih balita. Dia kemudian ditinggal ayahnya bekerja di Denpasar. Sedangkan AHP dirawat sang nenek di Banyuning, Buleleng.
Kian beranjak remaja, Putu AHP kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Bahkan saat usia empat tahun dia kerap dimarahi dan dipukul sang ayah jika melakukan kesalahan. “Selain tak mendapat kasih sayang, sejak kecil dia mendapat tindak kekerasan dari orang terdekatnya,” tegas sumber tersebut.

Setelah lulus SD, tersangka AHP tak melanjutkan sekolah ke SMP karena tak punya biaya. Dari sanalah kehidupannya menjadi liar. Dia sangat jarang tidur atau pulang ke rumah neneknya. Tersangka lebih banyak bergaul dengan waria dan tidur di emper toko atau di sembarang tempat. Bahkan saat diciduk polisi, AHP tengah kencan dengan pasangan sejenisnya di Pelabuhan Penimbangan, Buleleleng, sekitar pukul 00.30.

Baca juga :  Kadiskes Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 di Bali Naik Drastis

“Supaya bisa makan, dia berbuat kejahatan seperti mencuri. Bahkan dia pernah mencongkel kotak sesari di sejumlah pura di Buleleng,” tambah sumber itu.

Sebulan sebelum membunuh Ni Putu Widiastiti di rumah korban di Jl.Kertanegara No.24, Ubung Kaja, Denpasar Utara (Denut), tersangka mulai tinggal di Jalan Kertanegara Gang Widura No. 24, Denut, bersama ayah, ibu tiri dan adik tirinya. Tersangka bekerja sebagai buruh bangunan. Selama bersama orantuanya, tersangka sering tidur di teras, karena di sana hanya ada satu kamar. Setiap Sabtu, tersangka pulang ke Buleleng dijemput oleh temannya. (yan)

Baca juga :  Buruh Tolak PHK, Dewan Janji Dekati Perusahaan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini