Cegah Hoaks Soal Vaksin, Kesdam Sediakan Pusat Informasi

0
8
Picsart 01 04 05.49.52
Kepala Kesehatan Kodam IX/ Udayana, Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, Sp. PD., MARS

Dangin Puri, DENPOST.id

Informasi bahwa vaksin Covid-19 akan segera tiba di Bali juga dibenarkan Kepala Kesehatan Kodam IX/ Udayana, Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, Sp. PD., MARS. Ditemui pada Senin (4/1/2021) di ruang kerjanya, dia menyebut penyaluran vaksin dilakukan melalui transportasi darat.

“Sebanyak 31 ribu sudah didistribusikan, secara bertahap dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Sekarang masih di Jawa Tengah,” terangnya. Setelah tiba di Bali, vaksin jenis Sinovax itu langsung dikirim menuju Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Jl. Melati, Denpasar.

Baca juga :  Jadi Barometer Pariwisata, Bali Harus Bersiap Bangkit

Vaksin itu kemudian disimpan di ruangan pendingin dengan suhu -2 hingga – 8 derajat celcius. Menyambut kedatangan vaksin, Kolonel Mardika menerangkan pihaknya menyediakan pusat informasi melalui nomor telepon 082125252500, dan akun sosial media.

Layanan pusat informasi tersebut untuk mengakomodir informasi yang menyimpang dan hoaks, yang menyebutkan vaksin ini berbahaya. Melalui layanan ini, dia mengajak masyarakat yang membutuhkan informasi tentang vaksinasi dapat memanfaatkan layanan tersebut.

Baca juga :  Kasus Positif di Bali Meroket, Kasatgas Tegaskan Ini

“Perintah Pangdam IX/ Udayana, buatlah outline, agar masyarakat atau orang-orang yang belum tahu tentang vaksin dan mencegah adanya berita-berita yang tidak jelas. Saya sebagai dokter spesialis penyakit dalam akan menjawab, yang jelas vaksin tidak berbahaya,” tegasnya.

Pada penyaluran tahap awal ini, dia menyebutkan vaksin ini akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan. Meliputi tenaga kesehatan TNI, Polri dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Berdasarkan data yang ia tunjukkan, di Bali terdata sebanyak 73.142 orang tenaga kesehatan.
Tentang vaksin yang akan tiba merupakan jenis Sinovax yang diproduksi oleh Tiongkok (Cina). Vaksin ini telah melalui tahapan uji coba, salah satunya oleh PT. Bio Farma dan telah dinyatakan layak untuk disuntikkan. “Kalau tidak lolos uji klinis, tidak mungkin dipakai,” tutupnya. (106)

Baca juga :  Meski Sempat Ditolak, Siswa Bisa Daftar PPDB Kembali

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini