Harga Kedelai Naik, Pengusaha Perkecil Ukuran Tempe dan Tahu

0
7
Harga Kedelai Naik, Pengusaha Perkecil Ukuran Tempe dan Tahu
PENGUSAHA TAHU - Pengusaha tempe dan tahu di Klungkung saat berproduksi.

Semarapura, DENPOST.id

Kenaikan harga kacang kedelai mulai berdampak terhadap para pengusaha tahu dan tempe di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Klungkung.  Melonjaknya harga bahan baku kedelai ini membuat para pengusaha harus mengurangi ukuran tahu dan tempe. Apalagi harga kacang kedelai sekarang telah mencapai Rp 9.200 per kilogram.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pengusaha tahu dan tempe asal Banjar Grombong, Desa Sulang, Dawan, I Nengah Sondra. Menurut Sondra, harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan, dari Rp 7.000 per kilogram, menjadi Rp 9.200 per kilogram. Kondisi ini membuat dirinya harus mengurangi ukuran tahu dan tempe yang diproduksi.

Baca juga :  Jelang Akhir Tahun, Harga Cabai Naik

“Tidak hanya mengurangi ukuran, kami juga mengurangi jumlah produksi karena harga bahan baku sekarang sangat tinggi,” keluh Sondra, Senin (4/1/2020).

Menurut Sondra, jika harga kedelai normal, dirinya mampu memproduksi tahu dan tempe sampai 500 kilogram per hari. Namun saat ini, hanya memproduksi rata-rata 250 kilogram per hari. Bahkan untuk menekan biaya, ia harus menekan jumlah produksi. Walaupun diakui permintaan tahu dan tempe masih tinggi di pasaran.

Baca juga :  Pencurian di Warung Viral di Medsos, Empat Remaja di Klungkung Ditangkap

“Usaha kami sekarang asal bisa jalan saja. Kalau menaikkan harga kami tidak bisa, terpaksa kami kecilkan ukurannya,” jelasnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini