2020, 56 Warga Jalani Upacara Sudhi Wadani di Klungkung

0
7
Picsart 01 05 05.24.09
Ketua PHDI Klungkung, Putu Suarta

Semarapura, DENPOST.id

Sebanyak 56 warga yang sebelumnya menganut agama atau keyakinan lain menjalani upacara Sudhi Wadani (pindah agama) di Klungkung pada tahun 2020. Mereka yang menyatakan diri masuk dan memeluk Agama Hindu tidak hanya warga Indonesia, namun juga Warga Negara Asing yang jumlahnya lebih dari 10 orang. Proses mereka menjalani upacara Sudhi Wadani disaksikan PHDI Kabupaten Klungkung.

“Pada tahun 2020, ada 56 orang yang kami sahkan menjadi pemeluk Agama Hindu. Mereka rata-rata ikut suami dan alasan menikah dengan orang Hindu,” ujar Ketua PHDI Klungkung, Putu Suarta, Selasa (5/1/2021).

Baca juga :  Baru Sehari Menjabat, Nama Kadis LHP Klungkung Dicatut

Selain ikut suami, menurut Putu Suarta, ada juga warga yang nikah lain agama kembali lagi memeluk Agama Hindu dengan alasan perceraian. Di samping ada juga yang masuk dengan kemauan sendiri. Dari puluhan warga yang menjalani upacara Sudhi Wadani, ada juga WNA.

“Mereka (WNA) ada cewek dan cowok masuk Agama Hindu karena perkawinan. Bahkan ada satu keluarga yang masuk Hindu dengan kemauan sendiri,” ungkapnya.

Baca juga :  Tak Maksimal, Kolam Pembibitan Ikan di Klungkung Keruh

Menurut Putu Suarta, syarat untuk menjalani upacara Sudhi Wadani tidaklah sulit. Untuk menjalani proses pindah agama secara Hindu itu cukup dengan membuat surat pernyataan, ada saksi dan ada rohaniawan pemuput. Yang terpenting juga, upacara tersebut juga harus disaksikan atau menghadirkan PHDI setempat. Karena PHDI merupakan lembaga umat.

“Selain sebagai lembaga umat, PHDI juga yang mengeluarkan piagam dalam upacara Sudhi Wadani tersebut sehingga bisa nantinya dipakai untuk mengurus administrasi kependudukan,” katanya.

Baca juga :  Atasi Sampah, Bupati Suwirta Tinjau Finalisasi Proyek Ini

Diakui Putu Suarta, banyak warga yang menjalani upacara Sudhi Wadani di tempat lain. Dan hal itu dikatakan tidak menjadi persoalan. Tapi yang terpenting, upacara tersebut harus sepengetahuan PHDI sebagai lembaga umat yang sah untuk hal itu. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini