Syarat Masuk Bali Ikuti Kebijakan Pusat, Wajib Uji Usap Diperpanjang

0
7
Picsart 12 22 08.59.15
Gubernur Bali, Wayan Koster.

Sumerta Klod, DENPOST.id

Kebijakan wajib menunjukkan hasil negatif uji usap (swab) PCR bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang menuju Bali, diperpanjang. Informasi itu diungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam jumpa pers pada Selasa (5/1/2021) di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar.

Kebijakan itu otomatis diperpanjang setelah Pemerintah Pusat melalui Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 3 Tahun 2020.
“SE Nomor 2021 Tahun 2020 itu kan berlakukan sampai tanggal 4 Januari. Kemudian ada surat edaran (SE No.3 Tahun 2020) dari Satgas nasional, itu esensinya sama, untuk Bali, berlaku sampai tanggal 8 Januari,” terangnya yang saat itu juga didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya.

Baca juga :  Pasien Positif Virus Corona Bertambah Tujuh, Total Jadi 131

Dengan keluarnya surat edaran tersebut, dia menegaskan bahwa kebijakan itu yang berlaku saat ini. Dalam SE No. 3 Tahun 2020, kebijakan wajib menunjukkan hasil negatif swab PCR berlaku kepada PPDN yang akan ke Bali lewat transportasi udara.
Sedangkan bagi PPDN yang ke Bali melalui transportasi darat, wajib menyertakan hasil negatif uji cepat (rapid) antigen. Dalam kesempatan itu, dia menerangkan bahwa SE No. 2021 Tahun 2020 merupakan kebijakan dalam penanganan Covid-19.
Kebijakan ini dalam rangka pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali dan juga nasional. Koster menyebutkan, sinergi antara kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dan kepatuhan masyarakat mengantarkan Bali sebagai provinsi dengan kepatuhan protokol kesehatan yang terbaik di Indonesia.

Baca juga :  Lima Calon Kadis PUPR Provinsi Bali Jalani Seleksi

Dia menyebutkan, data itu diungkapkan langsung oleh Ketua BNPB yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam rapat virtual bersama Satgas dan Gubernur se-Indonesia, belum lama ini. Kepatuhan itu meliputi penggunaan masker 96,47 persen, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, 91,96 persen. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini