Cegah Kerumunan, Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Teller Bank Digelar di Polresta

0
5
Cegah Kerumunan, Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Teller Bank Digelar di Polresta
REKONSTRUKSI - Rekontruksi kasus pembunuhan terhadap teller Bank Mandiri, Ni Putu Widiastiti (24), digelar di halaman Mapolresta Denpasar.

Padangsambian, DENPOST.id

Reka ulang adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap teller Bank Mandiri, Ni Putu Widiastiti (24) digelar di halaman Mapolresta Denpasar, Rabu (6/1/2021). Dalam rekonstruksi itu, tersangka Putu AHP (14) beserta sejumlah saksi turut dihadirkan.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Dewa Putu Anom Gede Danunjaya, mengatakan, rekonstruksi tersebut sengaja digelar di Mapolresta Denpasar bukan di lokasi kejadian. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan di masa pandemi, termasuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. “Berlangsung selama dua jam. Yang diperagakan mulai dari tersangka mengambil pisau, hingga kabur ke Buleleng,” ucapnya.

Baca juga :  Datang dari Luar Daerah, Rombongan Kadus/Kaling Disemprot

Menurut Anom Gede, adegan yang diperagakan oleh tersangka sudah sesuai dengan hasil keterangan atau BAP dalam penyidikan. “Ada beberapa yang berubah antara keterangan dan situasi di lokasi kejadian. Tapi tak terlalu banyak. Kami memiliki waktu 15 hari ke depan untuk merampungkan berkas kasus pembunuhan ini sebelum dilimpahkan ke kejaksaan,” beber Dewa Anom.

Lebih lanjut dikatakan, dalam rekonstruksi, tersangka memeragakan 64 adegan. Dilanjutkannya, adegan pertama saat Putu AHP mengambil pisau ibu tirinya. Kemudian, dia mengamati situasi rumah Ni Putu Widiastiti. Setelah sepi, tersangka loncat pagar dan masuk ke areal rumah. Lalu tersangka naik ke lantai dua dan melihat korban sedang main HP di depan kamar. Setelah berbalik badan, korban melihat tersangka sambil berteriak maling. Tersangka panik lalu menikam korban dengan pisau, dan korban sempat merebut pisau itu untuk menyerang tersangka. “Adegan penusukan terjadi mulai nomor 9 hingga 15. Dan adegan terakhir, tersangka menjahit tangannya yang terluka di salah satu klinik di Singaraja,” pungkasnya. (124)

Baca juga :  Selama Pandemi, Perantau Asal Bali Diminta Tak Pulang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini