Pandemi, Vaksinasi Anjing di Klungkung Baru 50 Persen

0
3
Picsart 01 07 06.42.43
VAKSIN ANJING - Petugas melakukan vaksinasi anjing di salah satu desa di Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Kabupaten Klungkung sejatinya belum terbebas dari kasus rabies. Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Pertanian Klungkung, jumlah kasus gigitan anjing rabies pada tahun 2020, sebanyak 13 kasus. Di satu sisi, upaya Dinas Pertanian mengendalikan virus rabies dengan melakukan vaksinasi anjing di Klungkung baru mencapai 50 persen. Kondisi inipun terjadi karena adanya pembatasan masyarakat akibat pandemi.

Kepala Dinas Pertanian Klungkung, IB Juanida ketika dikonfirmasi, Kamis (7/1/2021) mengatakan kalau dirinya telah memasang target 20.000 ekor anjing untuk divaksinasi pada tahun 2020. Namun, realisasinya hanya tercapai 11.123 ekor saja, yakni sebanyak 50 persen. Kondisi inipun dikatakan terjadi akibat pandemi Covid-19. Mengingat, ada imbauan pembatasan aktivitas di masyarakat, sehingga petugas vaksinasi hanya bisa melakukan vaksinasi di balai banjar.

Baca juga :  Gara-gara Ini Dua Buruh Toko Bangunan Ditangkap

“Untuk jadwal penyisiran ke rumah-rumah penduduk selama pandemi kami tiadakan. Kalau kita datang ramai-ramai ke rumah-rumah ini kan jadi problem juga. Nanti malah kita abaikan anjuran terkait Covid-19,” terangnya.

Supaya capaian vaksinasi di tahun 2021 bisa meningkat, pihaknya akan berupaya bekerja dengan strategi baru. Mengingat program kunjungan ke rumah-rumah belum bisa dilakukan, maka petugas akan tetap fokus melayani vaksinasi di balai banjar. Hanya saja kali ini waktunya lebih panjang dibandingkan tahun lalu, yakni pelayanan vaksinasi anjing akan diperpanjang menjadi dua hari.

Baca juga :  Naik, Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bangli

“Jadwal vaksinasi juga dimulai lebih dini, bukan April melainkan pada Maret. Jadi sekarang kita sediakan waktu lebih banyak, di samping juga kita mengurangi kerumunan sehinga bisa terbagi orang-orang yang datang untuk memvaksin anjingnya,” imbuh Juanida.

Sementara terkait kasus gigitan anjing rabies, Juanida mengatakan tahun 2020 ada 13 kasus gigitan anjing rabies. Ironisnya, dari 13 kasus tersebut tidak hanya disebabkan anjing liar, tetapi ada pula kasus dari anjing peliharaan tetapi tidak divaksinasi. Oleh karena itu, Juanida sangat berharap kesadaran masyarakat untuk memvaksin anjing peliharaannya. (119)

Baca juga :  Delapan Kursi OPD di Karangasem Kosong

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini