Jadi Petani, Mantan Perbekel Ciptakan Lapangan Kerja

0
8
Picsart 01 09 11.31.37
PETANI - Komang Suartika, mantan perbekel yang kini jadi petani dan menciptakan lapangan pekerjaan di masa pandemi.

MANTAN Perbekel Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, I Komang Suartika yang akrab dipanggil Mang Bolle kini memilih menjadi petani. Petani milenial, demikian kata orang. Dengan penuh semangat, lelaki kelahiran Medewi 1971 ini turun ke sawah bersama petani lainnya setiap hari.

Dihubungi pada Sabtu (9/1/2021), Mang Bolle mengaku bangga menjadi petani. Apalagi dia mampu menciptakan lapangan pekerjaan di tengah pandemi ketika di sektor lain banyak yang merumahkan bahkan memberhentikan pekerja. “Saya tidak gengsi jadi petani,” kata Bolle yang juga membuka lembaga bantuan hukum di rumahnya.

Bolle mengaku menanam cabai sejak awal tahun 2019 lalu. Suami dari Ni Kadek Sumardani ini mencoba menanam cabai dan bawang merah dan membudidayakan pepaya california di desanya.

Baca juga :  Lagi, Pasien Positif Covid-19 di Jembrana Meninggal

Dia melihat banyak lahan pertanian yang kosong khususnya di wilayah di Desa Medewi, sehingga dia mencoba membuka peluang bisnis khususnya di bidang pertanian. Bolle juga berpikir bagaimana dalam situasi pandemi saat ini, bisa ikut serta memberdayakan pengangguran akibat PHK.

Memulai usahanya ini menurutnya membutuhkan modal yang cukup besar. “Kami dapat modal dari bank dan untuk lahan yang kami gunakan untuk tanaman cabai sekitar 2,5 hektar. Pepaya 4 hektar dan bawang merah 1 hektar,” jelasnya.
Dia juga terus memanfaatkan lahan-lahan pertanian yang kosong dengan sistim kontrak.

Baca juga :  Dorong Produktivitas, IRT TBT Dilatih Buat Olahan Daging

Untuk hasil panen, menurutnya cukup untuk keluarga dan bisa membantu
pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan. “Kalau hasil per hektar bisa kami capai kurang lebih 16-17 ton. Pemasaran kami cukup di seputaran Kabupaten Jembrana saja,” terangnya.

Melihat hasilnya selama setahun terakhir ini, Bolle yakin akan menjadi petani sukses.
Dia berharap, ke depan pemerintah ikut membantu bagaimana khususnya di desa ada Bumdes dan di daerah ada Perusda yang bisa membeli hasil pertanian petani lokal.
“Sektor pertanian akan menjadi ketahanan pangan dalam kondisi sulit di masa pandemi,” pungkasnya. (wit)

Baca juga :  Satu Pasien Covid-19 Swab Hingga Sembilan Kali

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini