Senin, PPKM di Denpasar Lewat Posko Satgas

0
5
Picsart 01 10 08.02.37
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai.

Dauh Puri, DENPOST.id

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Denpasar mulai dilakukan pada, Senin (11/1/2021). Pembatasan kegiatan masyarakat sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali ini, dilakukan Denpasar dengan mengaktifkan Posko Satgas Covid-19 Desa/Kelurahan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, Minggu (10/1/2021) kemarin, mengatakan untuk pelaksanaan PPKM di wilayah Kota Denpasar terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui desa/kelurahan dari, Sabtu (9/1/2021) dan Minggu (10/1/2021).

Baca juga :  PDIP Ranting Panjer Bagikan 4.000 Liter Disinfektan

Sosialisasi itu berkaitan dengan pembatasan yang ada di PPKM, yakni operasional swalayan, mall, tempat usaha dan toko modern dan pedagang sampai pukul 21.00 Wita. Selain itu juga disosialisasikan tentang pembatasan kegiatan masyarakat di upacara agama dan adat, serta pembatasan pegawai bekerja di rumah dan bekerja di kantor. “Untuk PPKM besok (hari ini-red) di Denpasar lebih kepada mengaktifkan Posko Satgas Covid-19 di desa dan kelurahan untuk melakukan monitoring dan pegawasan. Selain itu juga tetap melakukan operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan yang melibatkan tim gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri, desa adat dan Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya,” kata Dewa Rai.

Baca juga :  Warga Diminta Tetap di Rumah, Begini Imbauan Pemerintah

Dewa Rai berharap masyarakat tak panik dengan adanya PPKM untuk penerapan protokol kesehatan sesuai instruksi Mendagri adanya pembatasan sampai pukul 21.00 Wita. “Pembatasan ini untuk kita bersama dalam memcegah penularan Covid-19 semakin meluas. Sedangkan untuk sektor esensial seperti kebutuhan pokok, energi, kesehatan dan lembaga keuangan tetap beroperasi sesuai waktu operasionalnya tapi dengan syarat tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dewa Rai juga menegaskan tidak ada personel untuk pemeriksaan di jalan perbatasan. “Tidak ada pemeriksaaan di perbatasan, yang ada cuma pemantauan olrh satgas desa/kelurahan dan yustisi penegakan hukum prokes. “Sekali lagi kami minta masyarakat tidak perlu panik. Yang penting masyarakat ikut berpartisipasi dan disiplin untuk bersama-sama menurunkan dan menimalisir Covid-19,” tandasnya. (112)

Baca juga :  30 PKK Dentim Diuji Cepat, Satu Orang Reaktif

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini