Aksara Bali Segera Sejajar Dengan Aksara Lain, Ini Kata Koster

0
4
Aksara Bali Segera Sejajar Dengan Aksara Lain
Gubernur Bali, Wayan Koster

Denpasar, DENPOST.id

Usaha Gubernur Bali, Wayan Koster, melestarikan seni dan budaya Bali perlahan namun pasti bisa diakui. Sejak dilantik menjadi Gubernur Bali pada 5 September 2018, Koster langsung tancap gas. Sebulan pasdilantik dia mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Hal tersebut disampaikan Koster dalam sambutannya pada acara penyerahan hadiah Lomba Desain Website Aksara Bali, di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Denpasar Sabtu (9/1/2021).

Baca juga :  Covid-19 di Denpasar, 13 Pasien Sembuh dan 14 Terpapar

“Ini merupakan komitmen kita untuk melestarikan budaya Bali serta warisan leluhur yang adiluhung,” jelasnya. Hal tersebut semakin membanggakan, ketika aksara Bali menjadi salah satu aksara di Indonesia yang didaftarkan dalam domain internet. Menurutnya, dengan didaftarkannya aksara Bali menjadi domain internet, maka kian menegaskan posisi aksara Bali di kancah internasional.

“Akasara Bali segera akan sejajar dengan aksara lainnya. Ini bisa disamakan juga dengan aksara Jepang, China atau Korea. Kita akan semakin dikenal di dunia,” ucapnya bangga.

Baca juga :  Nelayan Ditemukan Mengambang di Pantai Sanur

Menurutnya, penggunaan aksara Bali ada aturannya sendiri dan sudah dijabarkan dalam Pergub Nomor 80 Tahun 2018. “Aksara Bali harus diletakkan di atas aksara latin. Hal itu bertujuan untuk menghormati warisan leluhur kita, menyatakan rasa bangga kita kepada kearifan lokal Bali asli,” tegasnya. Sementara untuk papan nama instansi pemerintah Koster menyebutkan sudah ditentukan dengan gradasi merah putih yang melambangkan Negara Indonesia.

Baca juga :  Ribuan Pengendara Berpeluang Dapat Masker Gratis dari Polantas

Koster menegaskan, Melalui Pergub No 80 tahun 2018, semakin memudahkan mendaftarkan aksara Bali ke pengelola domain internasional ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Pasalnya, aksara Bali sudah resmi diakui pemerintah dan sudah mempunyai kekuatan sendiri.

“Ini langkah kita menghormati warisan para leluhur kita. Jika bukan kita yang melestarikan, lama-lama aksara Bali akan punah,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini