Pecalang Bali Ajak Krama Disiplin Terapkan Prokes

0
1
Picsart 01 11 08.31.53
Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra.

Sumerta Klod, DENPOST.id

Bagi pecalang tidak ada kata bosan untuk mengajak masyarakat bersinergi memutus rantai penularan Covid-19. Secara konsisten dan berkelanjutan, pecalang telah melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada krama agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan sosial, adat dan keagamaan.

Demikian dikatakan Manggala Utama Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra dalam BaliPost Talk, Senin (11/1/2021) di Denpasar. Bagi dia, penerapan prokes masih menjadi tugas utama semua pihak dalam mencegah penularan Covid-19. Sebab, dia masih saja menemukan krama yang tak taat dengan prokes, utamanya berkerumun.

Baca juga :  Sikapi Pandemi, 18 PTS Sepakat Bangun Protokol Kesehatan "Bali Era Baru"

“Memang edukasi sudah dilakukan. Kami di pecalang juga turut mengedukasi masyarakat. Namun masih kita jumpai warga yang melanggar. Khususnya di Lapangan Puputan masih saja ada yang melanggar,” terangnya.

Sebagai bagian dari penanganan Covid-19, dia kembali mengajak krama untuk mengikuti arahan pemerintah.
Dia menyentil jangan sampai “ada dusta di antara kita”. Kalimat itu bermakna, bahwa pemerintah dan unsur lain telah berupaya optimal dalam mencegah penularan Covid-19, jangan sampai krama tidak mengabaikan kerja keras itu dengan tidak menaati prokes atau bahkan menyepelekan Covid-19.

Baca juga :  Pesta Kesenian Bali 2021 Tetap Digelar

Sejalan dengan peran pecalang dalam penanganan pandemi, Mudra juga menyinggung agar pemegang kebijakan untuk memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan pecalang. Harapan itu, dia tujukan kepada Satgas Gotong Royong di tingkat desa adat agar tetap memberi perhatian kepada anggota pecalang yang bertugas.

“Kalau pecalang kan konsepnya ngaturang ayah. Tapi di sini bukan semata-mata ngayah dan layah. Ini juga harus dipikirkan, paling tidak sekadar air minum, sehingga pecalang juga semangat dan sehat,” terangnya.

Baca juga :  Cegah Penolakan PMI, Kodam IX/ Udayana Lakukan Ini

Dia menambahkan, saat ini pecalang dan unsur lainnya selalu dilibatkan dalam berbagai koordinasi. Hal tersebut diharapkan dapat membangun kesepahaman dalam bertugas, salah satunya mendukung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini