Cegah Klaster Baru, Rumah Sakit Perketat Aturan Besuk Pasien

0
1
Picsart 01 12 07.42.32
RAKOR COVID - Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi penanganan Covid-19, bersama seluruh jajaran Direktur Rumah Sakit Negeri dan Swasta se-Kabupaten Buleleng, Selasa (12/1/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Untuk menekan penyebaran Covid-19, serta munculnya klaster baru yang timbul di rumah sakit (RS), seluruh RS yang ada di Buleleng diminta memperketat kembali prosedur penunggu atau besuk pasien. Rumah sakit diminta tidak hanya fokus melakukan penanganan terhadap pasien yang terpapar Covid-19, melainkan juga ikut melakukan pencegahan agar virus tidak menular ke keluarga atau penunggu pasien.

Hal ini diputuskan Sekretaris Satuan Tugas ,Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi penanganan Covid-19, bersama seluruh jajaran Direktur Rumah Sakit Negeri dan Swasta se-Kabupaten Buleleng, Selasa (12/1/2021).

Baca juga :  Tiga Pasien Covid-19 di Buleleng Meninggal

Suyasa menjelaskan upaya lain yang akan dilakukan juga dengan memperketat prosedur bagi keluarga yang menjaga pasien Covid-19, dengan kategori tidak mandiri. Kedepannya jika ada pasien terkonfirmasi yang diisolasi dengan kategori tidak mandiri, diharapkan hanya ada satu orang keluarga yang menjaga untuk memperkecil kemungkinan penyebaran virus.

“Penunggu pasien harus dibatasi. Kalau bisa hanya untuk pasien yang kondisinya tidak mampu, seperti stroke. Itu pun harus satu orang saja dan dilengkapi APD. Jangan sampai satu keluarga ikut menjaga pasien, karena ini berpeluang terjadinya penularan klaster keluarga,” jelasnya.

Baca juga :  Dua Kapal Pesiar Batal Berlabuh di Celukan Bawang

Sedangkan, bagi pasien Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG), Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah menyediakan opsi untuk isolasi di RS atau hotel berbintang. Tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan ketat. “Sehingga tidak ada lagi masyarakat dengan status OTG yang takut untuk diisolasi. Karena kenyamanan dan protokol kesehatan yang dijalankan sudah dipastikan dengan baik oleh satgas,” ucap Suyasa. (118)

Baca juga :  Kuburan Dibongkar, Diduga Cari Uang dan Perhiasan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini