Selama PPKM, Gilimanuk Terapkan Ini

0
5
Konsep Otomatis
Pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk

Negara, DenPost

Sejak Penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di sejumlah kabupaten di Bali, petugas pelabuhan Gilimanuk masih tetap melakukan pemeriksaan suket (surat keterangan) negatif uji rapid test antigen.

Rapid test antigen sebagai salah satu syarat masuk Bali kembali diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan sesuai SE Gubernur Bali.

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, Rabu (13/1) mengatakan pihaknya bersama stakeholder yang ada menyepakati menggunakan 2 metode dalam pengawasan dan pemeriksaan surat keterangan (suket) hasil negatif rapid test antigen. Jika pengguna jasa penyebrangan menggunakan fasilitas dermaga 2 dan dermaga ponton maka ada penurunan penumpang bus, travel dan mobil pribadi di pos jembatan . Selanjutnya penumpang jalan kaki menuju ke Pos KKP untuk validasi suket rapid test antigen.

Baca juga :  Di Jembrana Ditemukan Banyak Pemilih Ganda

Jika pengguna jasa penyebrangan menggunakan fasilitas dermaga 1, dermaga 3 dan dermaga LCM maka ada penurunan penumpang bus, travel dan mobil pribadi di pos 2. Pos ini merupakan titik pengamanan kedua atau terakhir untuk menurunkan penumpang masuk Bali.
Selanjutnya penumpang jalan kaki menuju ke Pos KKP untuk validasi suket rapid test antigen.

“Kami juga berusaha mengawasi jalur-jalur tikus dan titik-titik rawan bagi warga/penumpang yang berusaha menghindari pemeriksaan. Namun ini juga perlu kepedulian semua pihak karena personil kami juga terbatas,” katanya.

Baca juga :  Sengketa Lahan Pelaba Pura Berakhir Damai

Sebelumnya Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 dr Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan selama pelaksanaan sebelum dan saat pelaksanaan PPKM, Gilimanuk memang menjadi pintu gerbang yang perlu mendapatkan pengawasan maksimal. “Gilimanuk memang screening awal,” jelasnya.

Karena posko rapid test antigen gratis bagi awak angkutan logistik yang diberlakukan sebelumnya distop diharapkan agar awak angkutan dan pihak perusahaan angkutan bisa membawa suket hasil negatif rapid test antigen sejak sebelum masuk pelabuhan. “Untuk posko rapid test antigen gratis sudah ditutup pada 8 Januari lalu. Jadi awak angkutan logistik wajib melakukan rapid test antigen mandiri seperti pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) lainnya di labolarium yang melayani rapid test antigen,” kata Arisantha.

Baca juga :  Satu PDP di Selulung Positif Covid-19

Syarat masuk Bali khususnya melalui jalur darat sesuai SE Gubernur Bali wajib menunjukkan surat keterangan negatif uji swab berbasis PCR atau suket negatif uji rapid test antigen yang berlaku sejak Sabtu (9/1) lalu. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini