Pencurian Pretima Marak, Kapolres Gianyar Sarankan “Makemit” dan Siskamling Dihidupkan

0
5
Picsart 01 13 06.45.49
Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana.

Gianyar, DENPOST.id

Belakangan ini di wilayah hukum Polres Gianyar marak terjadi tindak pidana pencurian pretima. Beberapa bulan terakhir ini, sudah terjadi empat kasus pencurian pretima. Di mana, satu kasus di Kecamatan Tampaksiring, dua kasus di Kecamatan Blahbatuh dan satu kasus teranyar menimpa Pura Bendesa Manik Mas Batan Tingkih, Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar.

Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, maling bukan saja mencuri pretima, namun di Kecamatan Payangan ada kasus pencurian perangkat gamelan berupa satu kempur hilang dicuri maling. Maraknya tindak pidana pencurian ini, polisi kini melakukan langkah-langkah pengungkapan dan pencegahan.

Baca juga :  Masyarakat Bisa Adukan Masalah Bansos Melalui Aplikasi ''Jaga Bansos"

Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana dihubungi, Rabu (13/1/2021) menjelaskan guna mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polres Gianyar belakangan ini, pihaknya sudah membuat tim khusus. Bahkan Polres Gianyar berkoordinasi dengan Polda Bali guna mengungkap kasus pencurian pretima di Gianyar. ”Untuk mengungkap kasus pencurian pretima, kami sudah bentuk tim khusus dan berkoordinasi dengan Polda Bali,” kata Kapolres Gianyar.

Guna mengantisipasi terulang kembali kehilangan pretima, Kapolres Gianyar asal Klungkung sudah mengingatkan anggota di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa untuk berkoordinasi dengan prajuru desa untuk memperkuat lagi sistem pengamanan pretima yang disimpan di pura. Salah satunya yang sebelumnya kuncinya satu di luar, kemudian bisa di dobel dua kunci, serta penerangan lampu diperbanyak. “Yang tidak kalah penting menghidupkan kembali pakemitan (penjagaan) di pura dan menghidupkan kembali siskamling (sistem keamanan lingkungan),” ujarnya.

Baca juga :  175 Tenaga Medis Dalam Pemantauan Dipastikan Negatif

Kapolres juga mengaku sudah keliling berkoordinasi dengan prajuru pura, di mana di wilayah Ubud, pura yang menyimpan pretima selain terkunci dengan baik juga dipasangi CCTV. ”Dengan dipasangi CCTV bila ada kejadian bisa membantu pihak kepolisian,” katanya. Bahkan sejumlah pura untuk menyimpan pretima dipasangi pengamanan dobel dimasukkan dalam brankas, sehingga pencuri sulit untuk mencuri pretima.

Sementara Bendesa Desa Adat Gianyar, Dewa Made Swardana mengatakan tahun 1980-an salah satu pura di Desa Adat Gianyar pernah mengalami kasus kehilangan pretima. Setelah kejadian itu, krama kemudian rembug dan disepakati pretima disimpan di gedong penyimpenan khusus dalam brankas dan pintu gedong penyimpenan di kunci dobel. “Selain disimpan di gedong penyimpenan dan dimasukkan dalam brankas, warga juga menggelar penjagaan pura atau pakemitan setiap malamnya. Di mana, setiap pura dan setiap malam dijaga sekitar 10 orang warga secara bergantian,” tandasnya. (116)

Baca juga :  Berkali-kali Selamatkan Ekonomi Bali, Perajin Terus Disemangati Pemprov

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini