Darah Tinggi, Sejumlah Pejabat di Badung Gagal Divaksin

Darah Tinggi, Sejumlah Pejabat di Badung Gagal Divaksin
GAGAL - Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa bersama Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa dinyatakan tidak layak menerima vaksin karena tidak lolos screening atau pemeriksaan kesehatan, Jumat (15/2/2021).

Mangupura, DENPOST.id

Sejumlah pejabat di Pemkab Badung tak lolos screening vaksin Covid-19. Mereka di antaranya Kajari Badung, Ketua DPRD Badung, Wakil Bupati Badung, dan Kepala Dinas kesehatan Badung. Saat diperiksa mereka didiagnosa mengalami darah tinggi sehingga tidak memenuhi syarat untuk menerima vaksin Covid-19. Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa juga gagal divaksin. Pasalnya yang bersangkutan pernah dinyatakan positif Covid-19.

Vaksinasi hari pertama diberikan kepada 105 tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi penerima pertama vaksin Sinovac di 10 fasilitas kesehatan yang telah ditentukan.

Baca juga :  Vaksinasi, Badung Sasar 7.423 Orang di Kelurahan Kapal

Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. I Nyoman Gunarta, saat ditemui di sela vaksinasi Covid-19 yang dipusatkan di Puskesmas Abiansemal I, Abiansemal, Badung, Jumat (15/1/2021) mengatakan, vaksinasi hari pertama berjalan lancar. Bahkan, hingga siang pihaknya mengaku belum menerima keluhan dari para penerima vaksin. “Astungkara sampai saat ini tidak ada kejadian pascavaksinasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berjalan lancar,” harapnya.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menjadi pejabat pertama di Badung yang divaksin. Sebelum menerima vaksin, pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini menjalani mekanisme vaksinasi, salah satunya melakukan pengecekan kesehatan. Usai menerima vaksin Giri Prasta mengatakan, vaksin merupakan salah satu cara mencegah penyebaran Covid-19. “Kami berharap tidak ada lagi interpretasi warga di media sosial, karena penting kita melakukan vaksin ini,” tegasnya.

Baca juga :  Polisi Bangli Olah TKP Pakai Ini

Kendati sudah ada vaksin, Giri Prasta juga mengingatkan masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sementara Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa yang gagal mengikuti vaksin mengaku sejatinya sangat ingin divaksin. “Saya sebenarnya berharap cepat mendapat vaksin. Tapi karena tensi saya tidak memenuhi syarat yakni di atas 140, jadi tidak bisa menikuti vaksinasi. Mungkin nanti setelah kondisi membaik,” katanya. (115)

Baca juga :  Pantai Kuta Juga akan Dilengkapi QR Code Peduli Lindungi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini