Proyek Revitalisasi Pasar Seni Sukawati Rusakkan Rumah Warga

0
7
Picsart 01 15 07.39.13
KIOS RUSAK - Salah satu warga, I Nyoman Oka, saat menunjukkan sejumlah bangunan kios mengalami kerusakan akibat pembangunan Pasar Seni Sukawati, Jumat (15/1/2021).

Gianyar, DENPOST.id

Proyek revitalisasi Pasar Seni Sukawati di Banjar Dlodtangluk, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar kini sudah selesai dan segera lakukan penyerahan. Namun sayang proyek tersebut masih meninggalkan sejumlah permasalahan.

Proyek yang menghabiskan dana Rp87 miliar lebih itu, malah menyisakan masalah. Di mana, delapan rumah warga yang berada di sisi utara dan sisi selatan proyek Pasar Seni Sukawati ini rusak. Kerusakan yang diderita beragam, mulai dari tembok roboh, kamar mandi bocor, merusak puluhan kios, kerusakan atap rumah dan kerusakan atap warung.

Mereka sejak awal sudah melakukan protes terhadap pimpinan proyek. Bahkan delapan orang warga terdampak pembangunan proyek ini, sudah sempat ada pertemuan dengan pihak pimpro yang siap melakukan ganti rugi. Namun hingga sekarang ini belum ada kejelasan dari penggarak proyek terhadap kerugian ditimbulkan.

Baca juga :  Jaga Keselamatan, Nakhoda Boat Terima Pelampung dan Jaket

Hal ini membuat Perbekel Desa Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra melakukan mediasi dengan memanggil pimpinan proyek dan delapan warga yang terdampak. Pertemuan digelar ruang rapat Kantor Perbekel Desa Sukawati, Jumat (15/1/2021) sore.

Dalam pertemuan tersebut, dihadiri pimpinan proyek Manajer PT. Putra Jaya Andalan, Komarudin, delapan orang warga terdampak, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Dalam pertemuan itu, warga terdampak proyek mempertanyakan kelanjutkan hasil pertemuan pertama, di mana pihak pimpro bersedia melakukan ganti rugi kerusakan bangunan dan upacara yadnya pencaruan akibat bangunan rumah mereka kena tertimpa bahan material proyek.

Warga terdampak, I Nyoman Oka (60) mengaku bangunan sanggah dan bangunan kios, warung kena dampak dari proyek tersebut. Di mana, saat proyek itu dikerjakan banyak material jatuh kerumahnya, warung, kios bahkan sanggah mereka. Atap rumah, warung dan kios yang berdampingan dengan Pasar Seni Sukawati blok A mengalami kerusakan.

Baca juga :  Masuk Masa Tenang, Bawaslu Kerahkan Pengawas ke Seluruh TPS

Selain itu, kepercayaan Hindu Bali, bahwa rumah yang kena timbunan material dari tempat lain menurut Oka sudah termasuk “cemer”. Untuk itu, pihaknya minta ganti rugi upakara upacara pecaruan. Bahkan Oka akan melakukan upacara pecaruan saat Hari Raya Saraswati yang akan datang.

Warga lain, Anak Agung Putra Wijaya (40) yang ada sudut utara pembangunan Pasar Senin Sukawati blok B mengaku kerusakan paling parah. Di mana, bangunan rumah bale delod yang berdekatan dengan proyek mengalami kerusakan di bagian genteng, usuk dan tembok. Bahkan sejak awal pembangunan dampak dari pembangunan proyek tersebut selain suara bising hingga tengah malam, juga debu berterbangan apalagi saat itu musim kemarau debu diterbangkan angin dari selatan.

Baca juga :  Puluhan Warga Datangi DPRD Gianyar, Bentangkan Spanduk “Eksekusi No, Bersatu Yes"

Menanggapi itu, Proyek Manajer PT Putra Jaya Andalan, Komarudin mengaku akan bertanggungjawab dan komitmen memperbaiki kerusakan bagi rumah warga disekitar Blblok A dan blok B tersebut. Komarudin mengaku proyek ini dikerjalan dalam dua tahap yang mengambil proyek berbeda-beda. “Proyek ini dua tahap, tahap pertama pembongkaran. Saya tidak tahu siapa yang mengambilnya. Pihaknya mengaku mengambil pembangunan pasarnya. “Saya sampaikan komitmen, terhadap kerusakan atau rumah yang terdampak selama masa konstruksi. Janji saya akan saya laksanakan setelah konstruksi selesai dan serah terima tanggal 28 Desember 2020,” jelasnya.

Akhir rapat, Perbekel Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra menyimpulkan pihak proyek bertanggungjawab terhadap  masalah yang ditimbulkan, di antaranya ganti rugi bengunan warga yang mengalami kerusakan. Selain itu, membiayai upacara upakara pecaruan delapan warga terdampak proyek tersebut. (116)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini