Banjir Bandang Akibatkan Sembilan Ekor Sapi Hanyut dan Mati

0
7
Picsart 01 15 07.39.43
SAPI MATI - Ternak sapi yang hanyut dan mati karena diterjang banjir bandang ditemukan di Pantai Medewi.

Negara, DENPOST.id

Banjir bandang yang terjadi di aliran Sungai Yeh Satang, Desa Medewi, Pekutatan, Jembrana, Jumat (15/1/2021) pagi tidak hanya mengakibatkan sejumlah rumah rusak dan hanyut. Akibat banjir bandang ini, sembilan ternak sapi hanyut dan mati.

Banjir tersebut, mengakibatkan tiga rumah milik Misbah hanyut, rumah
Agus Suparwan dan Sariin juga rusak berat. Sementara sembilan rumah lainnya terdampak banjir bandang dan dipenuhi lumpur. Demikian juga ternak warga yang ditambatkan di pinggir sungai juga hanyut. Ada sembilan ekor sapi yang hanyut dan mati. Demikian juga ayam puluhan ekor hanyut dan mati.

Baca juga :  Tenaga Kesehatan Jembrana Dilatih Test Swab

Pohon pisang dan sebagainya di sepanjang aliran sungai tampak tumbang. Bahkan di pinggir Pantai Medewi ditemukan sejumlah sapi dan ternak warga yang sudah mati dan pohon-pohon besar bergelimpangan.

Perbekel Medewi, Nengah Wirama yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Banjir bandang selain mengakibatkan 12 rumah warga terdampak banjir juga akses jalan sepanjang 500 meter putus. “Sebelumnya jalan tersebut sudah rusak padahal sudah dihotmik. Bahkan sudah dipasangi bambu agar aman tapi ternyata jembatan bambunya juga hancur dan hanyut,” kata Wirama, didampingi Kelian Banjar Loloan, Ketut Mudiardana.

Baca juga :  Belasan PMI Jalani Rapid Test, Satu Orang Reaktif

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD Jembrana. Untuk tiga rumah yang rusak dan hanyut akan dibuatkan proposal bantuan bedah rumah provinsi.

Korban yang rumahnya hanyut, Misbah mengaku tidak menyangka musibah banjir bandang tiba-tiba datang. Saat itu dia sedang tidur. “Malah anak saya memberi tahu ada banjir bandang. Aliran sungai ini memang kerap banjir, namun tumben besar begini,” katanya.

Baca juga :  Sudah Berdiri, LED TV Depan BNI Ternyata Belum Kantongi Ini

Aluyah seorang warga yang mengalami disabilitas dan menjadi korban mengaku semua peralatan dapur dan ayamnya hanyut, sehingga dia sudah tidak punya peralatan dapur lagi.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, IGN Dharma Putra mengatakan anggotanya sudah meluncur ke lokasi untuk mendata dan memberi bantuan.
BPBD juga menyalurkan air bersih ke warga. Dinas Sosial Jembrana dan Tagana Jembrana juga membangun tenda dan menyerahkan bantuan. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini