Pengidap Komorbid dan Penyintas Covid-19 Tak Divaksin, Ini Kata Prof. Mahardika

0
6
Picsart 01 17 01.14.37
Virologi, Prof. Dr. IGN Kade Mahardika.

Dangin Puri, DENPOST.id

Pengidap komorbid dan penyintas Covid-19, merupakan kelompok yang sementara ini tak menjalani vaksinasi Covid-19. Kasus itu, salah satunya dialami Walikota Denpasar, IB Rai Dharma Wijaya Mantra. Dia dikecualikan dalam vaksinasi yang berlangsung di RSUD Wangaya, Denpasar Utara, Jumat (15/1/2021).

Mengapa kelompok masyarakat itu tak menjalani vaksinasi? Virologi, Prof. Dr. IGN Kade Mahardika menjelaskan imunitas penyintas Covid-19 sudah kebal. Sedangkan vaksinasi terhadap penderita komorbid sedang dievaluasi. Vaksinasi kepada penderita komorbid dan anak-anak akan dilisensi khusus.

“Uji klinis (pengembangan vaksin) harus dilakukan pada orang sehat atau tanpa komorbid yang berumur 18-59 tahun. Begitu dianggap lolos uji, merekalah paling aman menerima vaksin, karena uji pada kelompok mereka,” terang akademisi humoris ini, Minggu (17/1/2021).

Baca juga :  Bocah yang Diduga Mencuri Dikembalikan ke Orangtua

Penjelasan itu juga sempat diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya di sela vaksinasi perdana di Rumah Sakit Bali Mandara. Kata Suarjaya, khusus bagi warga berusia di atas 59 tahun akan menjalani vaksinasi pada tahap berikutnya.

Prof. Mahardika menegaskan, selama vaksinasi kepada komorbid dan penyintas Covid-19 belum dilisensi, vaksin yang terbaik adalah menaati protokol kesehatan. Seiring waktu, kesehatan dan keselamatan mereka juga akan didukung kekebalan kelompok yang lahir bila 70 penduduk di Bali telah divaksin Covid-19.
Terhadap mereka yang telah divaksin, Prof. Mahardika menerangkan kekebalan akan sempurna, setelah dilakukan vaksin tahap kedua. Atau kurang lebih satu bulan setelah vaksinasi pertama.

Baca juga :  Tim SAR Evakusi Mayat Tanpa Identitas di Perairan Pantai Geger

Bagaiamana jika sebelum vaksinasi kedua seseorang mengalami masalah kesehatan? Dia menyebut itu jarang terjadi.
“Sebelum waktu itu, orang tetap berisiko tertular maupun menularkan. Masker mengurangi risiko,” ujarnya. Untuk mencapai 70 persen penduduk dapat divaksin, dia menyebut akan butuh waktu lama. Itu dikarenakan produksi vaksin di dunia sangat terbatas dibandingkan jumlah permintaan di seluruh negara.
“Kemampuan produksi dunia hanya sekitar 3-4 milyar dosis. Sebelum 70 persen penduduk kebal, virus masih mudah menular di komunitas,” tuturnya. Apabila persentase itu terpenuhi apakah Bali akan keluar dari pandemi? Dia tidak membantah, dengan menjelaskan saat itu, terjadi maka virus sulit menular di komunitas. (106)

Baca juga :  Diduga Memperkosa, Pria Asal Turki Dipolisikan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini