Orok Laki-laki Hanyut di Tukad Rangda

0
15
Picsart 01 17 03.43.23
DIEVAKUASI - Jenazah bayi laki-laki ditemukan hanyut di Tukad Rangda, Minggu (17/1/2021) sekitar pukul 12.30 Wita.

Suwung, DENPOST.id

Kelompok Nelayan Segara Kondang di Jalan Pemelisan Banjar Suwung Batan Kendal, Sesetan, Densel dikejutkan dengan hanyutnya jenazah bayi laki-laki, Minggu (17/1/2021) sekitar pukul 12.30 Wita. Orok itu, diduga sengaja dibuang ke sungai usai dilahirkan oleh orang tuanya.

Peristiwa menemuan orok tersebut, telah diselidiki aparat Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan. “Jenazah bayi itu hanyut di Tukad Rangda, dekat jukung milik kelompok nelayan dan ditemukan oleh salah seorang pemilik jukung, Wayan Murda (47),” beber sumber petugas.

Baca juga :  Belum Masuk Sel, Dua WNA yang Terlibat Narkoba Diduga Dapat Perlakuan Begini

Dilanjutkannya, awalnya Wayan Murda yang tinggal di Banjar Balun, Padangsambian, Denpasar Barat itu sedang memperbaiki jukung di lokasi kejadian. Tiba-tiba dia melihat ada benda yang dihanyutkan aliran air di pinggir Tukad Buaji atau Tukad Rangda. “Karena penasaran, saksi lantas mendekati benda tersebut dan ternyata jenazah bayi,” ucapnya.

Selanjutnya, Wayan Murda mengambil kayu dipakai menghadang agar orok tersebut tidak hanyut. Lalu dia memberi tahu Pak Mangku Retop selaku pengurus Kelompok Nelayan Segara Kodang. “Kemudian orok itu diangkat dan diletakkan di pinggir Pinggir Tukad Tukad Buaji dan dibungkus kain kafan,” imbuh sumber.

Baca juga :  Ringankan Beban Hidup, Warga Banjar Tegallinggah Dibantu Ini

Kemudian, setelah peristiwa itu dilaporkan ke polisi, lantas Unit Identifikasi Polresta Denpasar tiba di TKP untuk melakukan olah TKP. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di jenazah bayi. “Diduga sengaja dibuang saat dilahirkan. Orok itu diperkirakan berusia sekitar 9 bulan, jenis kelamin laki-laki, tanpa busana dan tali pusar sudah dipotong,” ujarnya.

Sementara Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi yang dikonfirmasi mengatakan jika orok tersebut telah dibawa ke RSUP Sanglah. “Masih dalam penyelidikan,” tegasnya. (124)

Baca juga :  Percepat Pemberian Vaksin di Denpasar, Nakes Bisa Datang ke Tempat Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini