Terisi Pasien Covid-19, UGD RSUD Wangaya Alihkan Pasien Nondarurat

0
7
Picsart 01 19 01.16.27
UGD WANGAYA - UGD RSUD Wangaya Kota Denpasar yang terisi pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dan pasien suspect, sehingga pasien dengan sakit gejala ringan diarahkan ke RS lain.

Dauh Puri Kaja, DENPOST.id

Dari Senin (18/1/2021) sampai Selasa (19/1/2021), Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar tak melayani pasien nondarurat atau dengan gejala sakit ringan. Hal ini disebabkan ruangan UGD terisi pasien positif Covid-19 dan suspect (menunggu hasil uji usap (Swab Test) lantaran Gedung Amerta (paviliun) dan ruang Merak di RS setempat penuh berisi pasien Covid-19.

Plt. Dirut RSUD Wangaya, dr. Dewa Alit Putu Parwita, yang dimintai konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, RSUD Wangaya tidak ada kata menolak pasien sakit yang datang ke UGD. “Kami tidak menolak, kami hanya mengarahkan pasien jika sakit bergejala ringan untuk berobat ke rumah sakit lainnya. Jika ada pasien emergency (dalam keadaaan gawat darurat) baru bisa kami terima karena UGD terisi pasien positif Covid-19 dan suspect,” kata Parwita.

Baca juga :  Ribuan Warga Klungkung Diusulkan Dapat Kartu Pra-Kerja, Tapi Terkendala Ini

Ditambahkan Parwita, UGD pada Senin terisi enam pasien terkonfirmasi Covid-19 dan suspect. Sedangkan pada Selasa, dua pasien terkonfirmasi Covid-19 sudah keluar dari UGD untuk menjalani perawatan di Praja Amerta. Namun, dari dua pasien yang sudah menjalani perawatan itu, kembali UGD menerima satu pasien suspect lagi, sehingga ruang UGD kembali terisi lima pasien suspect. “Kami mengarahkan pasien dengan gejala sakit ringan untuk berobat ke rumah sakit lainnya agar si pasien ini tidak tertular Covid-19. Kan kasihan berkeinginan berobat di UGD malah tertular Covid-19,” katanya.

Baca juga :  Dua Langkah Baru Gubernur Wayan Koster untuk Percepat Penanganan Covid-19

Untuk situasi Minggu terakhir di UGD RSUD Wangaya Denpasar, lanjut dia, mengalami kekodritan karena adanya peningkatan jumlah pasien Covid-19. Sementara kapasitas ruang UGD terbatas dan ruang isolasi penuh, maka ruang UGD sementara diisi dengan pasien Covid-19 dan suspect. Karena terisi pasien Covid-19, pihaknya merujuk pasien yang akan berobat ke UGD ke RS lain. “Seperti pada Juli tahun 2020, kami juga sempat menutup UGD karena terisi pasien Covid-19, sehingga UGD ditutup sementara dari pasien sakit dengan gejala ringan,” ucapnya.

Baca juga :  Jualan di Trotoar, Pedagang di Jalan Gunung Kawi Ditertibkan

Pasien yang akan berobat ke UGD, kata dia, akan dilakukan pengecekan lebih dulu. Jika mengarah ke gejala berat akan ditangani di UGD. Namun jika hasil pengecekan pasien bergejala ringan, maka diarahkan ke RS lain. (112)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini