Upacara Agama Kembali Jadi Klaster, Satgas Desa Diminta Ini

0
15
Picsart 01 19 08.48.38
SEMPROTKAN DISINFEKTAN - Penyemprotan disinfektan di kawasan Kota Amlapura.

Amlapura, DENPOST.id

Upacara agama yang belakangan kembali banyak digelar tanpa memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) menjadi salah satu tempat penularan Covid-19. Kondisi ini, diungkapkan Sekretaris Daerah Karangasem, I Ketut Sedana Merta dalam rapat koordinasi bersama Forkopinda, Selasa (19/1/2021).

Hal ini membuat pihaknya berharap agar satgas yang ada di desa adat kembali diaktifkan.

“Hari ini akan dipertegas dari provinsi untuk upacara keagamaan boleh dilaksanakan dengan jumlah yang terbatas. Saya harap pengawasannya harus dipertegas dan diperketat kembali. Jangan sampai masyarakat mengabaikan keberadaan virus corona ini,” kata Sedana.

Baca juga :  Covid-19 di Karangasem Melandai

Pihaknya menyatakan langkah pencegahan dari pemerintah berupa surat edaran bersama ke seluruh Bali, agar menjadi perhatian semua pihak. “Saya berharap satgas gotong royong yang sudah terbentuk di tiap-tiap desa adat harus kembali diaktifkan,” ujarnya.

Tak hanya perihal klaster upakara, Sedana menuturkan kedepan untuk warga yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala akan diwajibkan melakukan isolasi di tempat yang telah disediakan pemerintah. “Nanti akan dikeluarkan surat dari Kadiskes Kabupaten Karangasem bahwa isolasi mandiri tidak boleh dilaksanakan. Harus dikirim ke hotel yang telah disiapkan dan dibiayai oleh pusat,” ucapnya. (yun)

Baca juga :  Jumat, 54 Orang Terpapar Covid-19 di Denpasar

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini