Sejumlah Sekolah di Klungkung Belum Penuhi Standar Prokes

0
5
Sejumlah Sekolah di Klungkung Belum Penuhi Standar Prokes
CEK SEKOLAH - Kadisdik Klungkung, Ketut Sujana, mengecek kesiapan salah satu sekolah di Kecamatan Dawan dalam melaksanakan prokes, beberapa waktu lalu. DENPOST.id/ist

Semarapura, DENPOST.id

Dinas Pendidikan Klungkung hingga kini masih melakukan verifikasi terhadap sekolah dari jenjang PAUD/TK, SD dan SMP agar bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, dari verifikasi yang dilakukan masih ada sekolah yang belum sepenuhnya memenuhi standar protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Seperti jumlah toilet yang belum sesuai dengan jumlah siswa dan fasilitas wastafel atau tempat cuci tangan yang belum dimanfaatkan dengan optimal.

Baca juga :  Mantan Bupati Klungkung, dr Tjokorda Gde Agung Tutup Usia

Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, Ketut Sujana, tak menampik kondisi itu. Dikatakannya, sekolah yang sarana dan prasarananya belum lengkap digolongkan sebagai sekolah yang layak tetapi dengan catatan. Sekolah-sekolah di kategori ini mendapat prioritas kedua untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Pada dasarnya semua sekolah layak, tapi ada yang dengan catatan. Kalau yang layak dibuka tapi dengan catatan, harus tambah ini dan tambah ini. Kalau sudah ditambah, nanti kita cek lagi kalau sudah sesuai baru dibuka. Tapi tetap prioritas sekolah ini di nomor dua bisa dibuka,” terang Sujana, Selasa (19/1/2021).

Baca juga :  Mensos Berharap Penyaluran BST Bisa Gerakkan Ekonomi Lokal

 

Lebih lanjut dikatakan, proses verifikasi sekolah ini ditarget tuntas pada Sabtu (23/1/2021) mendatang. Jika verifikasi sudah rampung, barulah Disdik akan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait termasuk Satgas Covid-19 Kabupaten Klungkung.

“Target pembelajaran tatap muka di rancangan Pak Bupati di akhir Januari atau paling tidak awal Februari sudah bisa. Tapi dengan melihat kondisi pandemi dulu. Kita tidak bisa berandai-andai, kami hanya siapkan sekolah, siapkan guru, siswanya dan persiapan kita (Disdik) menyongsong pembelajaran tatap muka ini. Karena ini riskan sekali jangan sampai klaster sekolah menjadi bumerang untuk kita semua,” pungkasnya. (119)

Baca juga :  Di Klungkung Satu PDP, di Badung Warga Meninggal

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini