PDAM Jembrana Rugi Ratusan Juta Rupiah

0
6
Picsart 01 18 06.41.26
AIR BERSIH - Polres Jembrana, saat menyalurkan bantuan air bersih di wilayah Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan yang terdampak banjir bandang.

Negara, DENPOST.id

Banjir bandang di Sungai Yehsatang Desa Medewi dan Sungai Pulukan Desa Pekutatan belum lama ini mengakibatkan krisis air bersih di wilayah tersebut.
Bahkan, PDAM Tirta Amertha Jati Kabupaten Jembrana, juga menderita kerugian ratusan juta rupiah akibat bencana tersebut.

Direktur PDAM Tirta Amertha Jati, Ida Bagus Kerta Negara, yang dihubungi Rabu (20/1/2021) mengatakan, beberapa infrastruktur PDAM rusak akibat banjir bandang tersebut. Pipa distribusi dikatakannya sama sekali tidak bisa digunakan lagi.

Dijelaskan Kerta Negara, pipa distribusi di sisi jembatan Medewi, Kecamatan Pekutatan dengan panjang 64 meter roboh saat air banjir.
Pipa tersebut jatuh ke air setelah tiang penyangga roboh diterjang air yang juga membawa balok kayu.
Selain pipa distribusi, bak penampungan di sisi hulu sungai juga dipenuhi lumpur sehingga harus dikuras.

Baca juga :  Usai Demam Tinggi, Karyawati Tempat Hiburan Malam Ditemukan Meninggal

Untuk membersihkan endapan lumpur di dalam bak, menurutnya, dibutuhkan waktu selama dua hari dengan mengerahkan tujuh pekerja.
Bak itu, katanya, menjadi prioritas pengerjaan karena seluruh distribusi air di sejumlah desa tergantung dari air di bak tersebut.

“Makanya bak itu dulu kami bersihkan agar bisa beroperasi kembali. Sekarang bak itu sudah beroperasi seperti biasa,” katanya.

Untuk mengatasi distribusi air bersih ke sekitar 500 pelanggan yang terganggu karena banjir, menurutnya dilakukan koneksi pipa sementara.
Selain pipa yang roboh, masih ada pipa di sisi lain jembatan yang bertahan, sehingga pihaknya menyambungkan koneksi pipa sementara ke pipa yang masih bertahan tersebut.

Baca juga :  Gugus Tugas Ingatkan Warga Waspadai Penipuan

Diharapkannya, dengan koneksi ini, hambatan distribusi air ke pelanggan berkurang. “Sekarang tinggal sekitar 200 pelanggan yang aliran airnya masih terganggu,” katanya.

Untuk memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Bali untuk meminjam sisi pinggir jembatan Medewi untuk saluran pipa. Sebab kalau menunggu perbaikan pipa yang roboh, disebutkannya butuh waktu lama.
“Untuk mengembalikan pipa yang roboh diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp 250 juta,” imbuhnya. (120)

Baca juga :  Sempat Masuk DPO, Terpidana Kasus Korupsi Ditangkap

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini