Korban Banjir Bandang Perlu Prioritas, Ini Harapan Wakil Rakyat

0
7
Konsep Otomatis

Negara, DenPost

Banjir bandang yang terjadi di Sungai Yehsatang, Desa Medewi mengakibatkan 1 rumah hanyut, 2 rumah rusak parah.
Sementara yang lainnya terdampak ada yang rumahnya terendam lumpur dan dapur juga perabotannya serta ternaknya hanyut.

Kondisi ini membuat prihatin anggota DPRD Jembrana. Fraksi Gerindra DPRD Jembrana yang dipimpin Ketut Sadwi Darmawan dan anggota, Selasa (19/1) sore melakukan peninjauan ke lokasi dan memberikan bantuan sembako. Anggota DPRD Jembrana tersebut didampingi Camat Pekutatan dan Perbekel Medewi.

Baca juga :  Pascabanjir Bandang, Ratusan KK Medewi Krisis Air Bersih

Sadwi dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar korban bencana tersebut bisa diprioritaskan mendapatkan bantuan bedah rumah dan rehab rumah. “Nanti bisa diprioritaskan untuk dibantu. Karena kasihan kini tidak punya tempat tinggal,” jelas wakil rakyat ini.

Perbekel Medewi Nengah Wirama mengatakan pihaknya akan segera mengusulkan bantuan bedah rumah dan rehab. Sementara bantuan kedaruratan untuk penanganan banjir sudah cukup banyak ke posko yang dibangun Dinas Sosial.

Pihaknya mengharapkan agar jalan putus sekitar 300 meter segera ditangani dan ini perlu dikawal. Karena masyarakat saat ini hanya bisa lewat jalan alternatif untuk ibadah ke mesjid yaitu kebun warga dan cukup rawan karena ada sutet.

Baca juga :  Terlibat Curat, Empat Tersangka Ditahan di Rutan

Sementara itu Kadis Sosial Pemkab Jembrana dr Made Dwipayana dikonfirmasi Rabu (20/1) mengatakan pihaknya sudah membantu penanganan bencana dengan membangun posko dan bantuan lainnya. “Selama korban yang rumahnya hanyut belum memiliki tempat tinggal kami siap meminjamkan tenda selama digunakan. Untuk pengajuan bedah rumah ke Dinas PU. Sedangkan nanti rehab rumah bagi yang rumahnya rusak akan dibantu PMI untuk rehabnya. Sudah di survey,” jelasnya.

Baca juga :  Putus Mata Rantai Covid-19, Ini Kata Ketua Dewan Jembrana

Untuk bedah rumah ada persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya kepemilikan tanah. “Kecuali sungai nanti dinormalisasi dan tanahnya kembali bisa dibangun di tempat semula,” tandasnya.

Untuk korban bencana katanya memang menjadi prioritas namun persyaratan juga harus terpenuhi karena menyangkut aturan. (120)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini