Wabup Kasta Tinjau Longsor Saluran Irigasi Subak Besang-Pegending

Konsep Otomatis

Semarapura, DenPost

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Klungkung belakangan ini mengakibatkan terjadinya tanah longsor di sejumlah titik. Salah satunya terjadi di Subak Pegending, Banjar Besang Kawan, Kelurahan Semarapura Kaja, Kamis (14/1/2021).

Kejadian tanah longsor ini sempat membuat saluran irigasi ke subak menjadi tertutup sehingga membuat 13,5 hektare lahan subak tidak mendapatkan air.

Puluhan petugas BPBD Klungkung sempat turun membersihkan material longsor yang sebagian besar rumpun bambu tersebut. Bahkan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta juga sempat ke lokasi untuk meninjau saluran irigasi subak yang tertimbun tanah longsor, Rabu (20/1/2021).

“Saat ini anggota dari BPBD Klungkung sedang ikut membantu krama subak untuk membersihkan tumpukan material serumpun pohon bambu yang menutupi saluran irigasi subak tersebut,” ujar Wabup Kasta didampingi Kalak BPBD Klungkung, I Putu Widiada, dan Lurah Semarapura Kaja, I Wayan Astawa.

Baca juga :  Kebutuhan Pokok Melimpah di Pasar Galiran

Wabup Kasta juga sangat mengapresiasi kinerja petugas BPBD Klungkung yang sudah ikut bergotong-royong membantu krama subak untuk membersihkan material longsor. “Mudah-mudahan proses pembersihan ini cepat selesai agar nantinya saluran irigasi ke subak bisa kembali normal,” ujarnya.

Selain itu, Wabup Kasta lanjut meninjau saluran subak Pegending yang juga mengalami longsor di belakang Wantilan Taman Sari, Desa Adat Besang Kangin. Pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan menjaga diri, mengingat belakangan ini cuaca buruk sering terjadi.

Baca juga :  25 PMI Asal Klungkung Dikarantina di Hotel di Badung

“Syukur dalam musibah longsor ini tidak ada korban jiwa, tetapi mari tetap tingkatkan kewaspadaan menjadi diri,” harapnya kepada seluruh masyarakat.

Sementara itu Kelian Subak Besang Pegending, I Gede Wirawan mengatakan tanah longsor tersebut terjadi pada Kamis, (14/1) sekitar pukul 02.00 Wita. Jaringan irigasi yang tertimpa longsor ini dibangun tahun 2018 dengan ukuran 80 x 80 cm. Sementara subak Besang Pegending ini dibagi menjadi tiga tempek yakni tempek Besang seluas 1,5 hektare dengan jumlah anggota 6 orang, tempek Pegending luas 12 hektare dengan jumlah anggota 30 orang dan tempek Celempung luas 13 hektare jumlah anggota 26 orang.

Baca juga :  Baru Empat Desa di Klungkung Cairkan BLT

“Jadi tempek yang terdampak dari tanah longsor ini yakni tempek Besang dan tempek Begending dengan total luas subak 13,5 hektare,” ujarnya. (c/119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini