Ini yang Dipakai Pengelola Pantai Labuan Sait Angkat Sampah 

0
7
Konsep Otomatis

Pecatu, DenPost

Tebing yang curam memang menjadi kendala pengangkatan sampah dari Pantai Labuan Sait. Namun Pihak Pengelola DTW Labuan Sait bersama warga dan komponen terkait lainnya tidak mau menyerah. Selain melakukan pembersihan secaca manual, pihak pengelola juga berinovasi dengan mengangkat sampah ke atas tebing menggunakan katrol listrik.

Pantauan di lokasi, Rabu (20/1) siang, pihak manajemen memanfaatkan satu katrol dan jaring untuk menarik sampah dari pantai yang berlokasi di bawah tebing yang sangat curam. Sementara dua truk sudah siaga mengangkut sampah batang pohon yang diangkat menggunakan jaring tersebut.

Beberapa staf manajemen dan petugas dari LHK serta warga yang ada di pantai melakukan pemotongan batang pohon yang berukuran besar agar bisa ditarik naik ke tebing.
Manager Pengelola DTW Pantai Labuan Sait, Wayan Wijana ditemui di lokasi memaparkan, inovasi mengangkat sampah dengan katrol listrik tersebut baru pertama kali dilakukan.

Baca juga :  Badung Mulai Longgarkan Jam Operasional Toko Swalayan

Karena memang baru kali ini pantai yang terkenal akan keindahan alamnya ini diserbu sampah kiriman yang membludak.

Sedangkan periode-periode sebelumnya sejak bertahun-tahun, volume sampah yang biasanya datang relatif sangat kecil, yakni sekitar 10 hingga 15 persen dari volume saat ini.
Wijana lebih jauh memaparkan, tanda-tanda datangnya sampah kiriman dengan volume tinggi, sebenarnya sudah terpantau sejak Sabtu (16/1).

Bahkan kawasan pesisir pantau seakan penuh dengan sampah yang mengambang. Selanjutnya pada Minggu (17/1) sampah sudah mulai terdampar menutupi semua areal pantai.
Melihat kondisi ini, pihaknya di manajemen bersama berbagai komponen masyarakat, seperti Sekaa Teruna, Balawisata, komunitas pedagang dan nelayan, komunitas Bule, Orari lokal Pecatu dan lainya langsung bergerak melakukan aksi bersih pantai.

Salah satu yang menjadi prioritas sampah jenis plastik. “Baik itu unsur dari desa dinas dan desa adat, pemuda, nelayan, lifeguard, pedagang, komunitas wisatawan asing di Pecatu, para penyedia jasa transportasi wisata, hingga Orari lokal Pecatu semua bergerak tanpa diminta,” tegasnya sembari menyampaikan apresiasi atas kepedulian semua komponen tersebut.

Baca juga :  Hantam Kontainer, Kaki Mahasiswa Putus

Setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak, akhirnya muncul ide menggunakan katrol untuk memudahkan mengangkat sampah tersebut ke atas tebing. “Medan yang curam dan ketiadaannya akses langsung armada ke pantai, itulah yang menjadi kendala. Tapi tentu kita tidak boleh menyerah, sehingga akhirnya kita coba kerahkan sistem katrol,” paparnya

Sedangkan untuk pengangkutannya, pihaknya dibantu pula oleh DLHK Badung yang telah menerjunkan armada dan personilnya.
Walaupun ini menurutnya sebuah langkah kecil, namun paling tidak ada solusi yang diambil mengatasi permasalan yang ada. Sebab tebing yang curam memang menjadi kendala dalam mengangkat sampah dari pantai. Sebab armada pengangkut tidak bisa terjun ke pantai.

Baca juga :  Korupsi Ratusan Juta, Mantan Kelian Subak Terancam 20 Tahun Penjara

“Katrol ini kami siapkan swadaya dan kami juga sudah membeli gergaji mesin pemotong kayu satu. Mudah-mudahan nantinya ini bisa dikoordinasikan dan dipolakan ke depan agar bisa ada mesin katrol lagi satu untuk memudahkan mengangkut sampah setiap tahunnya,” harapnya sembari mengakui pengangkutan sampah kayu ini memang tidak bisa sekaligus dilakukan. Karena melihat juga kekuatan dan daya angkat dari katrol yang digunakan. Karenanya untuk beberapa hari ini, katrol tersebut akan terus digunakan untuk mengangkat sampah di Pantai Labuan Sait secara bertahap.

“Kami sangat mengapresiasi atas respon cepat warga masyarakat dan semua komponen dalam menjaga pantai ini agar bersih kembali. Kami di manajemen juga telah menugaskan staf untuk piket dalam menangani sampah kiriman ini,” pungkasnya. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini