Desa Adat Pecatu Minta LHK Kaji Pengadaan Katrol

0
5
Desa Adat Minta LHK Kaji Pengadaan Katrol
Gunakan Katrol: Pihak Manajemen Pengelola Pantai Labuan Sait bersama petugas LHK saat mengangkat sampah ke atas tebing menggunakan katrol.

Pecatu, DenPost

Penanganan sampah di Pantai Labuan Sait, Pecatu diharapkan mendapatkan perhatian khusus dari dinas terkait di Badung. Sebab pantai yang ada di bawah tebing curam tidak hanya di Labuan Sait, tetapi juga ada bebera lainnya. Seperti Pantai Bingin, Dreamland, Suluban serta lainnya. “Karenanya kami harapkan pihak DLHK mengkaji dan mempolakan agar ada beberapa katrol untuk mengatasi sampah-sampah tersebut,” ujar Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, Kamis (21/1).

Bendesa yang juga Ketua Komisi IV, DPRD Badung ini mengungkapkan pihaknya bersama seluruh warga sudah berupaya maksimal mengatasi sampah kiriman tersebut. Namun karena medan yang curam dan sampah batang pohon besar-besar menyulitkan pihaknya melakukan pengangkutan.

Baca juga :  Ini yang Dipakai Pengelola Pantai Labuan Sait Angkat Sampah 

Pihaknya bersama warga juga sudah menyiapkan gergaji untuk memotong pohon-pohon besar tersebut. Namun untuk membawa sampah secara manual ke atas tebing tentu sangatlah sulit. Sedangkan jika ditanam dikhawatirkan akan lambat laun mengeluarkan bau busuk. “Sampah ini kan bermacam-macam, seperti ada bangkai sapi yang tidak mungkin untuk dikubur,” ujarnya.

Selain itu, sambung Sumerta, ada tiga pantai lainnya yang berlokasi di bawah tebing seperti Labuan Sait, yakni Pantai Bingin, Dreamland maupun Suluban. “Termasuk juga di kawasan Uluwatu, jadi pengadaan katrol ini sangat diperlukan untuk mengangkat sampah ke atas tebing,” tegasnya.

Baca juga :  Bobol Toko di Pasar Mengwi, Residivis Didor

Karenanya diperlukan beberapa katrol untuk mengangkat sampah yang rutin datang setiap tahun. Sedangkan untuk penyimpanan alat tersebut bisa dilakukan di tempat aman dan tidak di lokasi menghindari terjadinya korosi. “Jadi bukan lagi dipikirkan, tapi mesti diadakan karena sudah rutin sampah ini datang tiap tahun,” tegasnya.

Di sisi lain, pantai-pantai tersebut adalah destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan. Karenanya perlu penanganan yang cepat dan terpola dengan baik agar tidak menimbulkan kesan yang negatif. (113)

Baca juga :  Tim Gabungan Razia Kendaraan Masuk Badung

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini