Minat Berinvestasi Emas di Denpasar Relatif Stabil

0
7
Picsart 01 23 11.47.39
Kabag Humas & Protokoler PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Made Mariawan

Renon, DENPOST.id

Di tengah keterpurukan ekonomi Bali akibat pandemi Covid-19, minat berinvetasi emas di Kota Denpasar relatif masih stabil. Berdasarkan data Pegadaian Kanwil VII Denpasar, produk tabungan emas dari target Rp 23,6 miliar pada tahun 2020 tercapai sebesar Rp 39,5 miliar atau 166.83 persen.

“Walaupun banyak guncangan termasuk karena adanya pandemi Covid-19 ini, namun harga emas batangan di dunia terus naik, sehingga banyak masyarakat yang berinvestasi emas,” jelas Kabag Humas & Protokoler PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Made Mariawan, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga :  PHDI Bali Desak PHDI Pusat Segera Sikapi Hare Krisna

Bahwa di tengah masa pandemi masyarakat lebih hati-hati dalam berinvestasi, Mariawan menampik. Tapi melalui capaian itu dia menilai bahwa investasi emas terbukti lebih stabil dibandingkan investasi lainnya yang memiliki risiko tinggi.

Dia menerangkan, tingginya minat berinvetasi emas dipengaruhi harga emas yang terus naik di tengah pandemi. Itu membuat produk-produk Pegadaian yang berbasis emas tetap diminati. Selain invetasi, dia menyebut bisnis gadai juga disebutnya stabil saat pandemi.

Baca juga :  SMK Tetap Tatap Muka, Kadisdik Ingatkan Disiplin Prokes

Berdasarkan data Pegadaian pada akhir tahun 2020, outstanding loan (OSL) mencapai Rp 5,9 triliun, naik sebesar 19,58 persen dari OSL tahun 2019. Tahun 2021 target Pegadaian Kanwil VII Denpasar naik menjadi Rp 6,8 Triliun dibulatkan menjadi Rp 7 Trilun, naik sebesar Rp 1 Trilun dari tahun sebelumnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini