Razia 3 Pekan, Tim Yustisi Raup Rp 81 juta

0
14
Picsart 01 24 10.12.03
DIBINA – Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, membina salah seorang pemotor yang salah memakai masker saat razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jl. Cokroaminoto-Jl. Gunung Galunggung.

Sumerta, DENPOST.id

Tim Yustisi Kota Denpasar meraup denda puluhan juta rupjah selama menggelar razia sejak 1 Januari 2021 hingga Jumat (22/1/2021). Total sudah Rp 81 juta denda yang dikanyongi Tim Yustisi.
Hal itu diungkapkan, Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Minggu (24/1/2021). Dikatakannya, selama tiga pekan timnya menjaring 1.885 pelanggar yakni 810 warga didenda karena tanpa masker dan 1.046 warga diberi peringatan sekaligus dibina akibat salah memakai masker.

”Warga yang tidak mematuhi prokes dan didenda 99 persen dijaring saat razia di jalan. Sisanya di pasar dan tempat ruang terbuka,’’ terang Anom Sayoga.
Dia membeberkan, warga paling banyak tejaring selama razia prokes berada di perbatasan Kota Denpasar dengan Kabupaten Badung, seperti di Jl. Cekroamnoto-Jl. Gunung Galunggung, Jl. Imam Bonjol, Desa Pemecutan Kelod, Jl. Gunung Salak-Jl. Teuku Umar Barat dan Jl. Padma, Penatih, Denpasar Timur.

Baca juga :  Kadiskes Sebut Donor Konvalesen Tetap Diperlukan

Menurut Anom Sayoga, mobilitas warga pendatang yang bekerja di Kota Denpasar cukup tinggi meskipun sedang dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). ”Kami tidak ada kompromi terhadap warga yang tidak mematuhi prokes. Denda yang dijatuhkan bukan dimaksudkan untuk memberatkan saat pandemi Covid-19 ini. Namun mengajak masyarakat hidup sehat karena positif Covid-19 terus meningkat,’’ katanya.

Anom Sayoga meminta masyarakat membatasi diri keluar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat urgen. “Bila bepergian, selalu ingat mematuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta hindari kerumunan agar terhindar dari penularan koronavirus,” sarannya. (103)

Baca juga :  Putu AHP Dijatuhi Hukuman 7,5 Tahun Dipenjara

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini