Soal Jenazah Diangkut Mobil Bak Terbuka, Ini Kata Perbekel Kubutambahan

0
36
Picsart 01 25 10.55.21
MELAYAT - Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana, saat melayat ke rumah duka almarhun Gede Seni, Minggu (24/1/2021), di Banjar Pasek, Kubutambahan.

Singaraja, DENPOST.id

Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnya, angkat bicara soal viralnya berita jenazah salah seorang warganya yakni Gede Seni (30) yang
diangkut mobil bak terbuka. Ditemui di Kubutambahan, Minggu (24/1/2021), Pariadnya menyayangkan informasi yang beredar. Menurutnya, narasi informasi yang viral kurang pas sehingga rasa simpati dan empati yang diharapkan justru berbalik jadi cemooh.

“Narasinya kurang pas, padahal pihak keluarga tidak mempermasalahkan saat itu,” ungkapnya.
Didampingi Kelian Dusun Banjar Pasek, Gede Tulis Astrawan, dibeberkan kronologis upaya pihak desa mengurus BPJS yang bersangkutan hingga membawa jenazah ke rumah duka.

Menurut Pariadnya, pihak desa tengah mengurus BPJS yang bersangkutan, karena sebelumnya keluarga Gede Seni sudah memiliki BPJS dari APBN. Namun di perusahaan tempatnya bekerja memiliki SOP sendiri soal biaya BPJS dan memutuskan untuk mengundurkan diri.

Baca juga :  Lagi, Warga Sumberklampok Usir Petugas Ambil Foto Lahan Lewat "Drone"

“Dari desa dan keluarga sudah mengusahakan membuatkan kembali BPJS baru, karena butuh proses, baru selesai paling lambat bulan Februari 2021,” ujarnya.

Sedang soal jenazah Gede Seni diangkut menggunakan mobil bak terbuka, Pariadnyana mengaku tidak mengetahuinya. Dari awal Pariadnyana mengaku berpikir positif atas kehadiran relawan untuk membantu meringankan kondisi Gede Seni dan diunggah di medsos.

“Saya kira relawan yang membantu ini dengan membantu secara penuh, tapi setelah diunggah ternyata di mobil terbuka,” ucapnya.

Baca juga :  PDP Terbaru di Buleleng Sempat Menolak Diperiksa

Hal ini mencuat setelah sebuah yayasan penggalang dana di Buleleng mengunggah peristiwa itu di akun facebook dengan maksud menghimpun dana untuk melunasi hutang Gede Seni selama dirawat di rumah sakit.

Ketut Suryani (35), istri mendiang Gede Sani, saat di rumah duka membenarkan jenazah suaminya terpaksa dipulangkan dari RSUD Buleleng menggunakan mobil bak terbuka akibat tidak mampu membayar sewa mobil ambulans sebesar Rp 800 ribu.

“Kami tidak punya uang untuk bayar sewa ambulans. Biaya perawatan hampir 10 juta belum terbayarkan. Saya tidak ada di rumah sakit waktu itu, yang mengurus jenazah suami hanya mertua saya,” ucapnya.
Sebelum meninggal suaminya mengeluhkan sakit batuk sejak 7 bulan dan sempat dirawat di RS Balimed sebelum dirujuk ke RSUD Buleleng.

Baca juga :  Kuasa Hukum Somvir Cari Dalang Dibalik Semua yang Dilaporkan

Suryani mengaku pascadirumahkan dari tempatnya bekerja di Denpasar dan akibat merebaknya Covid-19, ia dan suaminya tak memiliki pekerjaan tetap.

Dulu suaminya bekerja menjadi juru masak dan sejak bulan Maret 2020 dirumahkan. Begitu juga dengan dirinya yang berhenti bekerja akibat perusahaan tutup. Dia pun mengaku untuk memudahkan mendapat akses layanan kesehatan, ia bersama pihak desa sudah mengurus BPJS. Karena masih proses sehingga BPJS-nya itu belum selesai. Atas kondisi itu, Suryani berharap ada pihak yang bisa membantunya menyelesaikan utangnya di RSUD Buleleng.(118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini