Mengerikan, Begini Efek Narkoba Jenis Baru yang Diduga Dikonsumsi Syiva Sabila

0
18
Mengerikan, Begini Efek Narkoba Jenis Baru yang Dikonsumsi Syiva Sabila
MENUNDUK - Selebgram asal Jakarta, Syiva Sabila alias Syivangel (kiri) hanya menunduk saat digiring aparat Polresta Denpasar dalam rilis kasus narkoba, Senin (25/1/2021).

Padangsambian, DENPOST.id

Selebgram asal Jakarta, Syiva Sabila alias Syivangel (23) yang digerebek bersama tiga temannya di vila Jalan Batubelig, Kerobokan, Kuta Utara, diduga mengonsumsi narkoba jenis baru yang sangat berbahaya.

Berdasarkan keterangan sumber polisi, setelah dites labfor, narkoba berbentuk tablet itu memiliki kandungan P-Flouro Fori. “Ini narkoba jenis baru yang diungkap Polresta Denpasar. Belum pernah diungkap oleh kepolisian di Bali,” ungkap sumber yang merupakan anggota Sat. Resnarkoba Polresta Denpasar itu, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, kandungan P-Flouro Fori ini masuk dalam barang berbahaya dalam Undang Undang Narkotika Nomor 18. “Jadi bukan obat ya, tapi sudah masuk golongan narkotika. Dan, jenis ini belum umum beredar di Bali,” bisiknya.

Baca juga :  Togar Situmorang Soal UU Ciptaker, Jangan Terpengaruh Hoaks

Seperti apa efeknya saat dikonsumsi? Ditanya begitu, sumber yang bertugas di satuan narkoba itu menyebut, awalnya seperti orang gila dan membuat penggunanya seperti orang gila. Bahkan bisa sampai tak sadarkan diri. Setelah itu baru mereka nge-fly dan menikmatinya. “Dibilang sabu-sabu (SS) bukan, dibilang ineks atau exstasi juga bukan. Efeknya lebih keras dari ineks. Makanya sebelum dikonsumsi mereka pecah-pecah kecil dulu, sebagaimana barang bukti yang disita,” bebernya.

Baca juga :  Setubuhi Anak Tiri, Kabur, Dibekuk di Jakarta

Terkait bahan dari narkoba tersebut, sumber tadi mengaku belum diketahui. “Sebab hasil labfor ditemukan kandungan P-Flouro Fori. Tentunya itu bahannya dari zat kimia. Tapi kalau tak salah ya, sebab ini barang baru,” imbuhnya.

Ditanya apakah narkoba jenis itu sudah beredar di Bali mengingat tersangka kedapatan menggunakan di Bali, sumber tadi meragukan jika barang tersebut telah beredar di Bali. Lantaran selama ini, kepolisian di Bali dikatakannya belum pernah mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti jenis sama. “Tersangka mengaku membeli di Bali. Namun setelah polisi melacak ternyata orangnya tak ada. Kemungkinan dibawa dari Jakarta,” duganya.

Baca juga :  Produksi Melimpah, Permintaan Lele Turun

Sementara Kapolresta Denpasar, Kombes Jansen Avitus Panjaitan, dalam rilis kasus pada Senin (25/1/2021) mengatakan, narkoba jenis P-Flouro Fori merupakan narkoba yang memiliki kandungan melebihi ekstasi. “Efek dari narkoba ini lebih berbahaya dari jenis narkoba lainnya. Bahkan mematikan,” tegasnya. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini