Antisipasi Klaster Pernikahan, Calon Pengantin Wajib “Rapid Antigen”

0
9
Picsart 01 25 08.38.52
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Semarapura, DENPOST.id

Kabupaten Klungkung kembali memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021. Langkah ini, dilakukan lantaran peningkatan jumlah kasus Covid-19 belum juga mereda.

Bahkan untuk mengantisipasi klaster upacara adat, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berharap kedepannya setiap calon pengantin bisa melakukan rapid test (uji cepat) antigen sebelum menggelar upacara pernikahan.

Usulan ini, disampaikan bukan tanpan alasan. Berdasarkan evaluasi tim Satgas Covid-19, peningkatan kasus lebih banyak muncul dari klaster upacara yadnya, khususnya upacara pernikahan. Oleh karena itu, Bupati Suwirta mengatakan ada beberapa poin arahan terkait upacara pernikahan. Pertama, upacara pernikahan yang sudah direncanakan diharapkan diundur sampai situasi Covid-19 mereda atau setelah PPKM.

Baca juga :  Omzet Anjlok, Perajin Bokor Binaan BPD Bali Pertahankan Kualitas

Kedua, acara tetap bisa dilaksanakan tapi harus taat prokes. Tidak hanya dengan menggunakan masker tetapi para peserta juga wajib mengikuti rapid test antigen. Berkaca dari klaster pernikahan yang mencuat di Desa Bungbungan, Banjarangkan beberapa waktu lalu, Bupati Suwirta menilai kebijakan rapid test antigen tersebut harus diterapkan. Bahkan dirinya berencana untuk membuat imbauan khusus terkait hal tersebut.

“Saya sarankan pengantin sebelum lakukan pernikahan sama-sama rapid test antigen. Saya mungkin akan sarankan walau ini tidak dimuat dalam edaran. Jangan sampai mempelai yang positif tidak dirapid atau diswab nanti bisa jadi seperti yang di Bungbungan itu. Jadi ini kita sarankan seperti itu,” usulnya.

Baca juga :  Polisi Benarkan Mobil Dinas Bupati Badung Dilempari di Anggungan

Selain upacara pernikahan, bupati Suwirta juga mengusulkan hal yang sama diterapkan dalam upacara adat. Dia mencontohkan dalam upacara nuntun yang biasanya diikuti banyak orang, diharapkan peserta mengikuti rapid test antigen terlebih dahulu. Bupati menyadari, pihaknya tidak serta merta bisa menunda semua upacara adat. Apalagi yang dilandasi oleh keyakinan, duwase (hari baik), serta niskala, sehingga satu-satunya solusi agar upacara tetap dapat berlangsung adalah dengan dilakukan rapid test antigen di samping juga penerapan prokes.

Baca juga :  Puskesmas Klungkung II Tangani 23 Kasus HIV/AIDS, Seorang Meninggal

“Jadi kita berikan jalan terbaik. Biaya rapid antigen kita (kabupaten) upayakan. Rapid antigen kan tidak semuanya, hanya yang punya tugas penting saja. Kalau mereka sudah dirapid antigen kan aman. Tapi pesertanya kita upayakan agar tidak lebih dari 20 orang,” jelas bupati. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini