Digagalkan, Penyelundupan Ganja dari Medan ke Denpasar

0
5
Picsart 01 26 07.42.17
DITANGKAP - Tiga jaringan pengedar narkoba yang ditangkap dalam waktu dua bulan terakhir oleh petugas BNNP Bali.

Kereneng, DENPOST.id

Di tegah pandemi Covid-19, Bali masih menjadi tujuan peredaran narkoba. Setelah sebelumnya Polresta Denpasar menangkap belasan tersangka narkoba, mulai dari selebgram, cucu raja dan pengedar 1,5 kilo sabu-sabu (SS), hal serupa juga dilakukan Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali.

Seperti diungkapkan Kepala BNNP Bali, Brigjen I Putu Gede Suastawa, dalam kurun waktu dua bulan terakhir pihaknya mengungkap tiga jaringan pengedar narkoba. Dua di ataranya pengedar ganja dan tembakau gorila lintas pulau. “Sedangkan satu jaringan lagi adalah penjual kue yang mengedarkan inex,” katanya, Selasa (26/1/2021).

Dilanjutkannya, tersangka pertama yang ditangkap berinisial RS (27). Pria yang bekerja sebagai gitaris band kelahiran Medan, Sumatera Utara ini, menyimpan hampir 1 Kg ganja. Dia menyembunyikan ganja itu, di kamar kos nomor 3 di Jalan Tukad Batanghari XIB No. 5, Panjer, Denpasar Selatan (Densel). “Tersangka diamankan di halaman kosnya pada, Sabtu (26/12/2020),” beber Brigjen Suastawa, didampingi Kabid Brantas BNNP Bali, Putu Agus Arjaya.

Baca juga :  Soal Menutup Bali, Koster Tunggu Perintah Jokowi

Jenderal polisi asal Mengwi, Badung itu mengatakan terungkpanya kasus peredaran ganja tersebut berawal dari informasi pihak Bandara Soekarno Hatta tentang adanya pengiriman dua paket mencurigakan dari Medan menuju Denpasar, Kamis (24/12/2020). “Paket tersebut, disamarkan dengan pengiriman pakaian melalui jasa expedisi dengan tujuan Sidakarya, Denpasar,” bebernya.

Kemudian, petugas BNNP Bali melakukan pengintaian terhadap paket tersebut, dan akhirnya datang ojek online datang mengambil paket yang diperintahkan oleh seseorang dengan cara mengorder melalui aplikasi. Lalu ojek tersebut dibuntuti dan teryata menuju di Jalan Tukad Batanghari XIB No. 5, Panjer, Densel. “Saat mengambil paketan, tersangka RS ditangkap di halaman kosnya,” tegasnya.

Baca juga :  Koperasi Mesti Dikelola Profesional

Kemudian tersangka RS yang diinterogasi mengaku mendapatkan kiriman paket ganja melalui Fredy yang berada di Medan. “Anggota kami masih melakukan pengembangan dan mengejar Fredy. Rencananya ganja tersebut akan diedarkan ke sesama grup band dan anak-anak muda di Badung dan Denpasar,” bebernya.

Selain mengungkap kasus jaringan pengedar ganja, sambung Brigjen Suastawa, pihaknya juga menggagalkan peredaran ganja sitetis atau tembakau gorilla. Seorang tersangka berinisial AT alias Nando (20) diamankan di Oelle Homestay Jalan Tukad Baru Gang Merta Gangga, Pemogan, Densel, Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 14.30 Wita. Dari tangan tersangka, diamankan sekitar 250 gram tembakau gorilla. “Menurut tersangka, tembakau gorilla itu dikirim dari luar pulau yang dikirim ke Denpasar melalui jasa expedisi,” imbuhnya.

Baca juga :  Diduga Tersinggung, Warga Penglumbaran Tebas Kelian

Dan tersangka terakhir merupakan seorang perempuan yang bekerja sebagai penjual kue. Tersangka berinisial NS alias Sasa (40) ditangkap saat berjualan kue di pinggir Jalan Pondok Indah Banjar Kertasari, Denpasar Utara, Senin (11/1/2021) sekitar pukul 10.30 Wita.
Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti 11 butir inex dan satu paket SS. “Tersangka mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari seseorang yang tinggal di Sulawesi Utara. Alasannya mengedarkan narkoba untuk menambah penghasilan. Tersangka merupakan resedivis dalam kasus yang sama,” tegasnya. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini