Banyu Pinaruh, Masyarakat Diimbau Tak ke Pantai

0
6
Picsart 01 27 06.52.01
Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana.

Dauh Puri, DENPOST.id

Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar mengeluarkan imbauan. Di mana, surat imbauan bernomor 25/MDA-DPS/I/2021 ini mengatur tentang pelaksanaan Hari Suci Saraswati, Banyu Pinaruh dan Pagerwesi.

Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Rabu (27/1/2021) menjelaskan umat Hindu akan melaksanakan rangkaian upacara keagamaan dalam beberapa hari kedepan, yakni Saraswati yang jatuh pada, 30 Januari 2021, Banyu Pinaruh (31 Januari 2021), dan Pagerwesi (3 Februari 2021). “Mengingat saat ini masih pada masa pelaksanaan PPKM dan pandemi Covid-19, maka dipandang perlu dikeluarkannya imbauan sebagai pedoman bagi umat Hindu di Kota Denpasar dalam melaksanakan rangkaian upacara adat dan keagamaan tersebut,” kata Sudiana.

Baca juga :  Viral Akses Pantai Sindhu Dibuka, Akhirnya Ditutup Lagi

Menurut Sudiana, intinya seluruh rangkaian upacara dapat dilaksanakan. Hanya saja penerapan protokol kesehatan (Prokes) wajib diperketat, sehingga mampu menjadi langkah antisipasi adanya penularan Covid-19, akibat klaster upacara adat dan keagamaan. “Rangkaian upacara tetap dilaksanakan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang ketat, baik itu menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak aman dan tidak berkerumun. Nantinya rangkaian tersebut diawasi oleh Satgas Covid-19 di desa adat,” jelasnya.

Secara teknis, lanjut dia, saat Saraswati, masyarakat diimbau untuk melaksanakan persembahyangan dari rumah, baik di merajan maupun di sanggah masing-masing. Selain itu, rangkaian hari suci yang memperingati turunnya ilmu pengetahuan ini digelar lebih singkat tanpa adanya rembug sastra. Untuk Banyu Pinaruh, masyarakat diimbau untuk tidak ke pantai atau tempat umum lainnya, melainkan melaksanakan pengelukatan dari rumah. Di mana, secara umum upakara pengelukatan akan dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar di Pantai Padanggalak untuk nantinya tirta pengelukatan dibagikan kepada masyarakat Kota Denpasar melalui desa adat.

Baca juga :  Pasien Dalam Pengawasan di Buleleng Ternyata Sempat Kerja di Italia

“Dari imbauan ini juga kami sampaikan bahwa bagi desa adat yang diwilayahnya terdapat pantai atau beji tempat melukat agar melaksanakan pengawasan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta melaksanakan penjagaan pintu masuk dan mengimbau krama desa adat untuk tidak melaksanakan pengelukatan di pantai saat Banyu Pinaruh,” ujarnya.

Sedangkan untuk Pagerwesi, Sudiana mengatakan secara umum pelaksanaannya tetap memperhatikan dresta di masing-masing desa adat, serta penerapan prokes terus dioptimalkan dan dilaksanakan pengawasan. “Imbauan ini merupakan sebuah upaya untuk dapat dipedomani dalam melaksanakan upacara adat dan keagamaan dengan tetap menyesuaikan dresta di masing-masing desa adat, sehingga upaya untuk mendukung penanganan dan mencegah penularan Covid-19, dapat dioptimalkan,” pungkasnya. (112)

Baca juga :  Bali Diisolasi, Koster Sebut Itu Urusan Berat

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini