Kasus Nambah 500, Dipengaruhi Aktivitas Masyarakat Dua Pekan Terakhir

0
11
Picsart 01 27 08.03.11
Ketua Udayana OHCC, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti.

Sanglah, DENPOST.id

Berdasarkan data Satgas Nasional pada, Rabu (27/1/2021), tambahan kasus positif di Provinsi Bali mencapai 540. Meski turun dua kasus dari, Selasa (26/1/2021), tambahan kasus sejak dua hari terakhir ini menggegerkan masyarakat Bali.

Sejumlah pakar menilai indikasi virus bermutasi selalu ada. Namun, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan hal itu.

Itu dikatakan Ketua Udayana OHCC, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti. Diwawancara pada, Rabu (27/1/2021) siang, dia menjelaskan penularan virus sesuai dengan segitiga infeksi, bergantung virus, manusia dan lingkungan. “Kalau dari virus belum ada buktinya. Sekarang dari manusianya ada 3M itu. Kalau dari sisi lingkungan, dipengaruhi oleh kerumunan,” ujarnya.

Baca juga :  Buronan Polda Metro Jaya Bersembunyi di Salah Satu Hotel di Denpasar

Secara spesifik melihat tambahan kasus selama dua hari terakhir, dia menduga lahir dari aktivitas masyarakat selama dua pekan lalu, sesuai dengan masa inkubasi virus. “14 hari lalu banyak libur ngga? Banyak orang nikah, banyak upacara adat, keagamaan dan sosial. Itu harus dilihat. Kalau yang jumlah virus banyak tujuh hari sudah kelihatan,” ujarnya.

Untuk libur Natal dan tahun baru, menurutnya Bali tidak begitu mengalami dampak karena kerumunan bisa terkendali. Tapi untuk urusan adat, dia menilai sangat dilematis bagi warga Bali. “Tapi kalau upacara adat, nikahan, segala macam kan orang tidak akan menolak. Tidak berani mengatakan tidak. Itu jawabannya (kasus di Bali meningkat),” ujarnya.

Baca juga :  Saat Ngejos, Selingkuhan Meninggal

Atas analisi itu, dia menyebut bahwa penerapan prokes adalah hal wajib bagi semua orang. Maka dari itu, dia mengajak semua pihak untuk disiplin menerapkan prokes. Sebab apabila pandemi terus meluas, maka kesehatan masyarakat akan terganggu. Dampaknya, rumah sakit akan kewalahan menangani pasien baru dan pasien sebelumnya.

Terhadap potensi virus bermutasi, dia menerangkan bahwa pemerintah pusat akan melakukan pengamatan. Masing-masing pusat laboratorium diminta mengirim sampel virus. Di Bali, RSUP Sanglah menjadi salah satu pusat laboratorium yang akan mengirim sampel. “Akan dikirim 10 sampel untuk diuji. Saat ini kami sedang siapkan sampel,” pungkasnya. (106)

Baca juga :  Dijadikan Lokasi Bunuh Diri, Pemilik Lahan Akan Koordinasi dengan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini