Sebulan, Makanan Monyet Monkey Forest Habiskan Segini

0
8
Picsart 01 28 08.16.11
BERI MAKANAN - General Manager Monkey Forest, I Nyoman Sutarjana, saat memberikan makanan monyet di Monkey Forest, Ubud.

Gianyar, DENPOST.id

Objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar menjadi salah satu daya tarik (ikon) wisatawan, baik domestik maupun mancanegara selama berkunjung ke Ubud. Monyet jenis ekor panjang sebagai penghuni Monkey Forest di Desa Padang Tegal, Ubud ini, selain tinggal di kawasan hutan sewaktu-waktu monyet-monyet ini juga berkeliaran di luar habitatnya, seperti ke areal jalan raya, ke rumah-rumah penduduk terdekat, masuk vila, hotel, restoran dan tempat usaha di sekitar Monkey Forest.

General Manager Monkey Forest, I Nyoman Sutarjana, Kamis (28/1/2021) tidak menampik monyet-monyet penghuni Monkey Forest selain tinggal dihabitatnya juga sering ke luar areal. Monyet keluar areal berlangsung sudah sejak lama sebelum kasus Covid-19 ini. Bahkan, dulu saat wisatawan banyak berkunjung ke Ubud monyet berkeliaran di luar Monkey Forest menjadi pemandangan dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan juga bagi pemilik warung, hotel, vila, pemilik restoran dan pemilik usaha lainnya.

Baca juga :  Lima Napi Kasus Pemalsuan Surat Jalani Isolasi di Ruang Khusus

“Itu monyet binatang liar yang tergolong lincah setelah diberikan makan pagi, setelah itu mereka ada yang berkeliaran keluar wilayah Monkey Forest. Saat di luar menjadi pemandangan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Ubud. Namun, belakangan ini karena kunjungan wisatawan sepi dan tempat usaha di sekitar Monkey Forest tutup kedatangan monyet menjadi masalah,” katanya.

Sutarjana membantah monyet Monkey Forest keluar karena tidak diberikan makan. ”Tidak benar monyet Monkey Forest keluar karena tidak diberikan makan,” katanya. Meski kunjungan wisatawan sepi saat ini karena dampak Covid-19, tetapi makan monyet  yang jumlahnya mencapai 1.100 ekor lebih monyet tidak boleh kurang dan masih diberikan makan seperti sebelumnya.

Baca juga :  Tiga Budayawan Bali Terima Penghargaan Internasional

Dalam sehari, monyet-monyet Monkey Forest diberikan makan sebanyak lima hingga tujuh kali sehari. Di dalam areal hutan yang luas 12,5 hektar sudah dibuatkan sejumlah tempat pakan monyet. Jenis makanan yang diberikan monyet, yakni ketela rambat manis, jagung, pisang, buah-buahan, daun papaya dan sejumlah makanan lainnya.

Untuk pakan monyet selain membeli, Desa Padang Tegal sudah memiliki lahan untuk ditanami pakan monyet. ”Kami selain membeli pakan monyet juga memiliki perkebunan ditanami bahan makanan monyet, seperti ketela, jagung, pisang dan pepaya,” ujarnya, seraya menyebutkan Monkey Forest Ubud memiliki petugas khusus untuk menjaga kawasan terhadap monyet yang nakal menggangu pengunjung.

Baca juga :  Kloset di Samping Pelinggih Itu Akhirnya Dibongkar

Untuk biaya makan monyet mencapai Rp200 juta sampai Rp250 juta sebulan untuk seribu lebih monyet. “Untuk pakan monyet saat pandemi Covid-19 sekarang ini, dananya disubsidi oleh Desa Padang Tegal,” tandasnya. (116)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini